ICFAS 2025 Dorong Inovasi Pangan dan Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

oleh -63 kali dilihat
Alih Fungsi Lahan, Ancaman Krisis Pangan dan Pertanian Berkelanjutan
Ilustrasi - Foto/Moeslim Choice

Klikhijau.com – Krisis pangan global sedang mengintai. Pemicunya beragam, mulai dari perubahan iklim, konflik geopolitik hingga disrupsi rantai pasok.

Indonesia yang memiliki kesuburan tanah pun tak lepas dari ancaman tersebut. Bahkan Indonesia menghadapi tantangan multidimensi berupa produktivitas pertanian stagnan.

Penyebabnya dilansir dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yakni sekitar 30% lahan pertanian pesisir terancam intrusi air laut, food loss mencapai 23 juta ton/tahun, serta ketergantungan impor pangan.

Untuk mengatasi ancaman tersebut, BRIN meresponsnya dengan menyelenggarakan The 3rd International Conference on Food and Agricultural Sciences (ICFAS 2025) di Hotel Eastparc, Yogyakarta pada 26–28 Agustus 2025.

KLIK INI:  Miris, Bulukumba Masuk 18 Daerah Terkontaminasi Mikroplastik di Udara

Konferensi ini akan digelar secara hybrid dengan diikuti 240 peserta perwakilan dari delapan negara. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis riset terapan. Adapun tema yang  diangkat, yakni “From Smart Agriculture to Secure Plates: Ensuring Food Safety and Sustainability”.

Ada arti penting dari konferensi ini, sebab akan menjadi ajang pertemuan internasional untuk para peneliti, dosen, teknisi, mahasiswa, dan praktisi yang mengembangkan teknologi mutakhir di bidang pertanian dan pangan.

Banyak topik yang akan dibahas dalam konferensi ini mulai dari teknologi pangan dan pengolahan, keamanan pangan, protein alternatif, pertanian cerdas (smart farming), studi kelapa sawit, teknologi tepat guna, produksi ternak, pemuliaan tanaman dan rekayasa genetika, agroindustri, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi pertanian.

KLIK INI:  Pasca COP26, Perlu Kerja Nyata untuk Selamatkan Bumi

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari menegaskan pentingnya forum ini untuk memacu adopsi inovasi di sektor pangan dan pertanian.

“ICFAS 2025 adalah wadah strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara guna berbagi terobosan terbaru. Dengan memanfaatkan teknologi cerdas, kita dapat membangun sistem pangan yang aman, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi perubahan iklim dan tantangan masa depan,” ujar Puji.

Hal tersebut sejalan dengan program Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, yaitu Percepatan Kolaborasi Riset Pangan melalui Nutrifoodsync dengan tema Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Sinergi Antara Superfood, Pangan Alternatif, dan Pertanian Presisi.

KLIK INI:  Peringatan Polusi dari Langit, Air Hujan Jakarta Ditemukan Mengandung Mikroplastik Berbahaya
Diisi banyak pemateri

Kegiatan ICFAS ketiga pada tahun 2025 ini dilaksanakan bekerja sama dengan Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI).

Konferensi juga akan dihadiri akademisi, industri, mahasiswa, dan pemangku kebijakan.  Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari.

Hari 1–2 akan dilakukan sesi pleno, presentasi paralel, penandatanganan MoU, pameran industri, dan networking antar peserta.

Pada Hari ke 3 dijadwalkan workshop culture meat and food safety oleh MERCK di Kawasan Sains Teknologi Umar Anggara Jenie BRIN Gunungkidul, Yogyakarta.

KLIK INI:  Kreatif dan Unik, Ini 6 Aksi Melawan Krisis Iklim

Konferensi menghadirkan dua pembicara utama, yakni Dr. Prayudi Syamsuri, SP. MSi. (Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas – Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI) mewakili Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Tin Latifah S.P.,M.SI.,CGCAE (Sekretaris Inspektorat Jenderal, Kementerian Pertanian)  serta sembilan pembicara internasional dari tujuh negara.

Adapun 12 sub-tema strategis terkait dengan On-farm dan Off-farm yang dibahas dalam ICFAS 2025 adalah Ilmu Tanah & Lingkungan, Pemuliaan Tanaman & Rekayasa Genetika, Agronomi & Perlindungan Tanaman, Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, Smart Farming (AI, IoT, Big Data), Produksi Peternakan, Teknologi & Proses Pangan, Agroindustri & Manajemen Rantai Pasok, Protein Alternatif (serangga, alga, sintetis laboratorium), Keamanan Pangan & Halal, Mikrobiologi Pangan, dan Teknologi Tepat Guna.

ICFAS 2025 didukung oleh mitra industri dari PT. Elo Karsa Utama, PT. Sysmex Indonesia, PT. Merck Chemicals and Life Sciences, PT. Auror Biosains, Croplife Indonesia, PT. Nutrilab Pratama, PT. ITS Science Indonesia, dan PT. Wiralab Analitika Solusindo. Dengan dukungan para pakar internasional dan pemangku kepentingan industri, ICFAS 2025 diharapkan dapat memperkuat jejaring riset global, mendorong adopsi teknologi tepat guna, dan menciptakan masa depan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan. (*)

KLIK INI:  Tahukah Anda, Perusak Lingkungan Lebih Berbahaya dari Teroris Bersenjata?