5 Puisi Wiji Thukul Berdiksi Alam dengan Napas Perlawanan yang Kuat

Klikhijau.com – Wiji Thukul menghilang entah ke mana pada tahun 1998. Lelaki yang lahir pada 26 Agustus 1963 itu dikenal sebagai penyair dan juga aktivis. Ia lahir di Kampung Sorogenen, Solo, Jawa...

5 Puisi Wiji Thukul Berdiksi Alam dengan Napas Perlawanan yang Kuat
Bacakan Artikel


Nyanyian Akar Rumput


 

Jalan raya dilebarkan
Kami terusir
Mendirikan kampung
Digusur
Kami pindah-pindah
Menempel di tembok-tembok

Dicabut
Terbuang
Kami rumput
Butuh tanah

Dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!

Juli 1988


Tanah


 

tanah mestinya dibagi-bagi
jika cuma segelintir orang
yang menguasai
bagaimana hari esok kamu tani
tanah mestinya ditanami
sebab hidup tidak hanya hari ini
jika sawah diratakan
rimbun semak pohon dirubuhkan
apa yang kita harap
dari cerobong asap besi
hari ini aku mimpi buruk lagi
seekor burung kecil menanti induknya
di dalam sarangnya yang gemeretak
dimakan sapi

Catatan Suram


 

kucing hitam jalan pelan
meloncat turun dari atap
tiga orang muncul dalam gelap
sembunyi menggenggam besi
kucing hitam jalan pelan-pelan
diikuti bayang-bayang
ketika sampai di mulut gang
tiga orang menggeram
melepaskan pukulan
bulan disaput awan meremang
saksikan perayaan kemiskinan
daging kucing pindah
ke perut orang!

Solo, 1987

Burung Dara Pagi Terbang


 

burung dara pagi terbang
pulang sarang rembang petang
tidur mendengkur tiada beban di mata
pada ketakpastian musim

burung dara pagi terbang
tiada cemas di mata
pada matahari yang tergelincir
tidur malam tanpa mimpi buruk

punyaku hanya gema
bernama luka dan kenangan
pagi berangkat kerja
sore tertegun, bintang di kamarku
mengganti angka-angka kalender

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2