5 Kampus Paling Ramah Lingkungan dan Cara Mereka Menangani Sampahnya

Klikhijau.com – Kampus-kampus di dunia kini ikut aktif melakukan perubahan dalam menata lingkungannya. Ini positif sesungguhnya dan tentu bisa berdampak luas pada masyarakat dan komunitas lainnya....

5 Kampus Paling Ramah Lingkungan dan Cara Mereka Menangani Sampahnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kampus-kampus di dunia kini ikut aktif melakukan perubahan dalam menata lingkungannya. Ini positif sesungguhnya dan tentu bisa berdampak luas pada masyarakat dan komunitas lainnya.

Perguruan tinggi di dunia kini bersaing dalam implementasi 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Salah diantaranya adalah SDG 12 yang berkaitan dengan konsumsi dan produksi bertanggung jawab pada lingkungan. Termasuk di dalamnya, bagaimana kampus mengelola sampahnya dalam bentuk daur ulang.

Times Higher Education atau THE Impact Ranking merilis daftar kampus di dunia yang berdedikasi dalam mengurangi sampah plastik, mengurangi barang sekali pakai, melalukan daur ulang, dan penerapan kebijakan ethical goods.

Dari penilaian yang dilakukan, inilah  5 kampus terbaik di dunia berdasarkan penilaian THE Impact Rangkings dalam responsnya terkait lingkungan.

[irp]

5 Kampus paling ramah lingkungan

Berdasarkan The Impact Rangkings, berikut 5 kampus yang dinilai paling menerapkan konsep ramah lingkungan:


  1. University of Manchester



University of Manchester adalah perguruan tinggi peringkat pertama sebagai kampus paling ramah lingkungan versi THE Impact Rankings. Kampus ini dinilai sukses menerapkan komitmen pada SDG 12 dengan melakukan sejumlah riset di bidang yang relevan.

Riset-riset tersebut mencakup soal produksi bahan kimia, pengelolaan limbah, dan keberlanjutan (sustainability) di ranah rumah tangga.

Di festival musik kampus ini, The Bluedot, diterapkan kebijakan bebas plastik sekali pakai (single use). Warga kampus juga aktif melakukan daur ulang sampahnya, menginisiasi skema berbagi mobil (car-sharing), menyediakan pelatih untuk pengunjung festival, mengumpulkan semua sisa makanan untuk bahan kompos, dan menyiapkan stasiun pengisian air gratis pada acara ini.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: