5 Aksi Unik sebagai Tanda Cinta pada Pohon, Poin Terakhir Tinggal Kenangan!

Klikhijau.com – Gerakan satu juta pohon sedunia yang diperingati setiap 10 Januari adalah momen terbaik untuk memperkuat kesadaran cinta pohon. Menanam dan merawat pohon adalah kewajiban bersama yang...

5 Aksi Unik sebagai Tanda Cinta pada Pohon, Poin Terakhir Tinggal Kenangan!
Bacakan Artikel

Di kota-kota besar, paku-paku bekas umbul-umbul banyak tertancap di pohon. Hal inilah yang menginspirasi sejumlah komunitas di Indonesia yang secara swadaya membuat aksi cabut paku di pohon.

Aksi ini pernah berlangsung di sejumlah kota seperti di Bandung, Makassar, Surabaya, Jakarta dan lainnya. Solidaritas cabut paku di pohon tidak saja menyelamatkan pohon dari paku, tetapi juga sebagai reaksi perlawanan terhadap kebiasaan banyak orang memaku pohon.

Mencabut paku di pohon juga sebagai bentuk penghargaan dan cinta pada pohon.



  • Ruang baca di atas pohon



[caption id="attachment_19133" align="alignnone" width="619"]pohon Rumah pohon di Desa Gareccing Sinjai, Sulawesi Selatan - Foto/FB: Sambah Sambahri[/caption]

Membaca di atas pohon tentu punya sensasi tersendiri. Bagi Anda yang pernah tinggal di desa, tentu punya pengalaman memanjat atau bermain di atas pohon.

Hal ini yang menginspirasi sebuah komunitas literasi di Enrekang sehingga mendirikan rumah baca yang dinamai “pohon pustaka”. Bangunan perpustakaan komunitas ini memanfaatkan pohon sebagai penyanggah bangunannya.

Suasana di atas rumah panggung tersebut sangat alami karena dikelilingi oleh pepohonan. Hal yang sama dilakukan sebuah komunitas literasi di Desa Gareccing Sinjai, Sulawesi Selatan. Di area yang tak jauh dari pematang sawah, berdiri sebuah ruang baca di atas pohon. Tempatnya sangat unik dan diminati banyak orang, karena di atasnya disiapkan buku-buku untuk dibaca.

Memadukan antara aksi literasi dan lingkungan, kemudian menjadi satu diskursus menarik yang saat ini dinamai gerakan “eco-literasi”.



  • Adopsi pohon



Gerakan adopsi pohon juga kerap dilakukan komunitas pencinta lingkungan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di Thailand, gerakan adopsi pohon bahkan mulai dijadikan gerakan warga demi melestarikan pohon dan mendorong aksi menanam.

Aksi adopsi pohon biasa dilakukan pada musim hujan, dimana bibit-bibit pohon tertentu akan bermunculan. Bibit tersebut biasanya hasil buangan orang-orang saat konsumsi buah-buahan atau sayuran. Daripada tumbuh bebas tak terawat, bibit tersebut perlu diadopsi agar tumbuh pada posisi yang tepat dan dirawat khusus.

Adopsi pohon merupakan satu bentuk kecintaan pada pohon. Aksi sederhana ini relatif lebih mudah dilakukan, namun memberi manfaat besar terhadap pelestarian tumbuhan.

Bagi kamu yang belum pernah melakukan adopsi pohon, cobalah berjalan di lahan kosong dan temukan bibit tanaman di sana. Pindahkan bibit tertentu di kebun atau di halaman rumah Anda dan rawatlah ia sebaik mungkin. Aksi ini memberi rasa bahagia tersendiri.



  • Mahar pohon



Pernikahan dengan mahar pohon pernah terjadi di beberapa daerah di Sulawesi-Selatan puluhan tahun silam. Sayangnya, momen seperti ini nyaris tak terdengar lagi seiring waktu. Orang-orang lebih tertarik memilih barang-barang mewah dan berharga atau sejumlah uang sebagai mahar pernikahan, ketimbang pohon.

Menurut cerita dari orang-orang tua di desa, pohon yang kerap dijadikan mahar pernikahan adalah pohon produktif seperti pohon cengkeh atau pohon kayu jenis tertentu.

Menjadikan pohon sebagai mahar pernikahan tentu sangat keren bila dilakukan kini. Pesannya sangat istimewa yakni bagaimana menarik pesan filosofis dari pohon yang seluruh bagiannya bermanfaat untuk makhluk lainnya.

Itulah 5 aksi cinta pohon paling unik yang pernah ada. Anda pun mungkin punya cara tersendiri sebagai tanda cinta pada pohon. Apa pun itu, teruslah menjaga dan melestarikan pohon untuk masa depan bumi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2