5 Aksi Unik sebagai Tanda Cinta pada Pohon, Poin Terakhir Tinggal Kenangan!

Klikhijau.com – Gerakan satu juta pohon sedunia yang diperingati setiap 10 Januari adalah momen terbaik untuk memperkuat kesadaran cinta pohon. Menanam dan merawat pohon adalah kewajiban bersama yang...

5 Aksi Unik sebagai Tanda Cinta pada Pohon, Poin Terakhir Tinggal Kenangan!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Gerakan satu juta pohon sedunia yang diperingati setiap 10 Januari adalah momen terbaik untuk memperkuat kesadaran cinta pohon. Menanam dan merawat pohon adalah kewajiban bersama yang harus menjadi suatu budaya.

Kalau saja belum sempat menanam, setidaknya tidak menebang sembarangan atau merusak pohon yang ada. Pohon telah memberikan yang terbaik pada kehidupan dan memperbaiki kualitas lingkungan. Pohon telah mengajarkan banyak hal, tentang cinta dan ketulusan.

Karenanya, aksi-aksi menanam, melestarikan pohon dan hutan perlu diapresiasi dan terus ditumbuhkan. Hanya dengan cara menjaga dan terus menanam, kita akan punya harapan yang lebih baik.

Tunjukkan aksi cintamu pada pohon dengan menanam dan menjaganya. Berikut 5 aksi unik yang pernah dilakukan sejumlah orang sebagai tanda cinta pada pohon yang layak diapresiasi.



  • Aksi peluk pohon



Aksi peluk pohon pernah dilakukan beberapa komunitas di dunia, termasuk di Indonesia. Aksi ini dianggap sebagai simbol kecintaan dan kasih sayang terhadap pohon. Kejuaraan memeluk pohon bahkan dijadikan acara besar di Finlandia setiap tahun.

Dikutip dari laman South China Morning Post, acara bertajuk “Tree hugging week” ini ternyata sudah digelar sejak tahun 2016.  Kejuaraan yang awalnya direncanakan digelar di hutan HaliPuu, Levi, Finlandia akhirnya berlangsung secara virtual karena pandemi Covid-19.

Walau digelar secara virtual, namun tidak mengurangi perhatian dunia. Acara unik ini bahkan diikuti sejumlah peserta dari beberapa negara seperti Malaysia, Polandia, Rusia, Amarika Serikat, Finlandia, Inggris dan Ukraina.

Tak hanya itu, acara monumental ini diikuti lebih dari 12 ribu penonton dari seluruh dunia di Periscope dan sosial media, instagram. Penyelenggara membuat 3 klasifikasi lomba antara lain: pelukan  pohon tercepat dalam durasi 5 detik, pelukan paling berdedikasi selama satu menit dan pelukan gaya bebas maksimal 30 detik.

Pada perhelatan 22 Agustus 2020 lalu, keluar sebagai juara adalah Stefania D, seorang peserta dari Italia. Pemenang dipilih berdasarkan perasaan dan penghayatan yang dilakukan saat memeluk pohon.

Selain di kompetisi besar tersebut, kebiasaan memeluk pohon kini mulai dipopulerkan banyak orang. Tak hanya sebagai refleksi cinta pohon, juga sebagai terapi kesehatan mental.



  • Aksi cabut paku di pohon



Di Indonesia, pohon kerap jadi korban para Caleg saat Pemilu dan Pilkada, juga oleh pemasang umbul-umbul komersial. Pohon yang dipaku tentu menderita, layaknya makhluk hidup lainnya, pohon sejatinya tak boleh dikasari dengan dipaku.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2