4 Fakta Unik Pohon Raksasa “Kalumpang Lompoa” di Bantaeng

Klikhijau.com - Dalam rute perjalanan pulang dari Sinjai, mampirlah kami di Bantaeng. Kota ini memang terkesan lebih sejuk nan rindang. Tetapi, kami sudah terbiasa dengan suasana kotanya yang bersih....

4 Fakta Unik Pohon Raksasa “Kalumpang Lompoa” di Bantaeng
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Dalam rute perjalanan pulang dari Sinjai, mampirlah kami di Bantaeng. Kota ini memang terkesan lebih sejuk nan rindang. Tetapi, kami sudah terbiasa dengan suasana kotanya yang bersih. Cerita dari seorang kawan tentang kawanan pohon tua yang terjaga, lebih memikat. Kami memilih ke sana ketimbang menikmati senja di pantai Marina.

Jaraknya sekitar 10 kilometer dari pusat kota Bantaeng atau sekitar lima belas menit waktu tempuh. Sebelum akhirnya tiba di Passangarrang, Kecamatan Gantarang Keke, kami melewati sedikit jalan berkelok yang sempit. Area hutan adat, persawahan dan kebun-kebun membentang hijau laksana sebuah lukisan. Suasana yang membuat kami betah dalam perjalanan.

“Kalumpang Lompoa”, begitu warga sekitar menyebutnya. Suasananya memang lumayan mistis, terlebih karena kami datang di penghujung sore jelang magrib.

[irp posts="5572" name="Cerita Sebatang Pohon Kelor di Muna yang Berdaun Putih Susu"]

Di sana, kami takjub dengan beberapa pohon besar. Batangnya berdiameter besar, kira-kira hingga enam orang dewasa dapat berangkulan mengitari pohonnya. Sementara tangkai dan daunnya meranggas bebas berpuluh-puluh meter. Itu tak seberapa, bila dibandingkan akar-akarnya yang berpendar di tanah. Menjalar ke mana-mana laksana ular berseliweran.

“Apakah tempat ini keramat bagi warga?” Tanya seorang kawan pada seorang tetua di sana.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: