3 Biota Laut yang Paling Terdampak dari Kebisingan Laut

Klikhijau.com – Kehidupan biota laut mulai dikepung banyak ancaman. Mulai dari sampah, kenaikan suhu air laut hingga kebisingan. Kebisingan yang terjadi di laut, sering disebut kebisingan laut. Ter...

3 Biota Laut yang Paling Terdampak dari Kebisingan Laut
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kehidupan biota laut mulai dikepung banyak ancaman. Mulai dari sampah, kenaikan suhu air laut hingga kebisingan.

Kebisingan yang terjadi di laut, sering disebut kebisingan laut. Terkadang pula disebut polusi suara.

Penyebab utama dari kebisingan tersebut adalah manusia. Aktivitas manusia yang massif di laut telah menyebabkan banyak masalah bagi kehidupan laut.

Dampaknya sangat jelas, sebab banyak kehidupan laut (biota laut) yang menggantungkan hidupnya pada suara. Jadinya, ketika ada suara yang bukan dari alam, maka dapat menyebabkan masalah. Mulai dari stress, cacat, tingkah laku, tersesat hingga kematian.

Banyak spesies biota laut menggunakan suara laut sebagai sarana bertahan hidup. Beberapa hewan laut menggunakan panggilan selama prokreasi atau pemijahan, larva ikan mengikuti suara untuk menemukan tempat menetap, misalnya paus tertentu menggunakan ekolokasi untuk mengarahkan diri atau mencari makanan.

Dilansir dari Ecowatch, berikut ini beberapa jenis biota laut yang paling terdampak dari kebisingan laut:



  • Ikan



Suara dapat dideteksi dalam dua sistem sensorik pada ikan, dengan satu sistem berdasarkan gerakan air dan frekuensi rendah dan yang lainnya adalah sistem pendengaran yang bergantung pada frekuensi. Ikan pada umumnya dapat mendengar dengan baik antara frekuensi 30 hingga 1000 Hertz .

Saat mengamati pola menetap pada ikan, banyak spesies menggunakan suara untuk menyesuaikan diri.

Satu studi menemukan bahwa damselfish yang dikondisikan pada kebisingan buatan sebenarnya tertarik pada kebisingan, sementara yang dikondisikan pada kebisingan dari terumbu karang menghindari kebisingan buatan.

Para penulis menyimpulkan bahwa kebisingan buatan dapat menyebabkan kebingungan pada spesies hewan dan mengganggu orientasi, dan dengan demikian dapat melemahkan populasi.



  • Paus



Para peneliti yang mempelajari paus bungkuk di Taman Nasional Glacier Bay, Amerika Serikat. Mereka mendokumentasikan efek paparan kebisingan yang tinggi dari kapal wisata.

Dalam persaingan dengan kapal-kapal ini, paus meningkatkan amplitudo suaranya sebesar 0,8 desibel dengan setiap peningkatan kebisingan sekitar 1,0 desibel. Namun, mereka juga lebih jarang bersuara.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2