16 Novel yang Menggugah Kesadaran akan Bahaya Perubahan Iklim

Klikhijau.com – Penulis sastra memiliki kekuatan berjalan ke masa lalu dan  juga menyusup ‘ke masa depan”. Karya sastra, misalnya novel meski fiksi, tapi mampu menghadirkan bayangan kebenaran. Sala...

16 Novel yang Menggugah Kesadaran akan Bahaya Perubahan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Penulis sastra memiliki kekuatan berjalan ke masa lalu dan  juga menyusup ‘ke masa depan”. Karya sastra, misalnya novel meski fiksi, tapi mampu menghadirkan bayangan kebenaran.

Salah satu genre sastra yang mulai berkembang adalah fiksi ilmiah. Genre ini terasuk di dalamnya climate fiction (Cli-fi). Melalui Cli-fi kita dapat mengetahui seperti apa dampak perubahan iklim dan bagaimana upaya untuk mengatasinya.

Sastra, khususnya novel adalah bacaan ringan yang menghibur, memungkinkan pembaca akan lebih tersentuh saat membacanya melalui tokoh-tokohnya. Sehingga memungkinkan akan menciptakan kesadaran, termasuk dalam hal kesadaran akan perubahan iklim.

Perubahan iklim menjadi bahasan dan bahaya yang semakin nyata. Untuk mengatasinya, dibutuhkan peran berbagai pihak. Tidak terkecuali para penulis fiksi.

[irp]

Berikut 16 novel yang  bisa menggugah kesadaran akan pentingnya mengatasi perubahan iklim:



  • New York 2140



Novel  New York 2140 ditulis oleh Kim Stanley Robinson. Robinson menggambarkan di tahun 2140, kota New York  telah dibanjiri air.

Titik fokus novel ini adalah kecerdikan manusia dalam menghadapi malapetaka. Di mana masyarakat harus beradaptasi dengan perubahan iklim yang parah, dan mereka pun mampu menemukan cara untuk bertahan hidup.



  • Laut dan Musim Panas



The Sea and Summer atau Laut dan Musim Panas ditulis oleh Novelis Australia George Turner pada tahun 1987. Novel ini menceritakan  bahwa Melbourne di tahun 2030, gedung-gedung pencakar langit di sana tenggelam dikarena kenaikan permukaan laut.


  • Clade



James Bradley's menggambarkan dalam novelnya ini  beberapa generasi dari satu keluarga  yang mengalami  hancur.  Salah satu penyebabnya karena  masalah  pemanasan global yang dapat merampas kesempatan generasi mendatang untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

[irp]



  • Blackfish City



Novel ini ditulis Sam J. Miller yang mengisahkan perang iklim sedang terjadi, dan manusia tinggal di sebuah kota apung yang dirancang dengan sangat ideal  di Lingkaran Arktik. Kota apung itu dijalankan dengan energi dan teknologi yang paripurna. Hanya saja, kejahatan dan korupsi merajalela dan wabah datang menyapu kota.


  • The Fifth Season



Kisah dalam novel yang ditulis N.K. Jemisin, yakni bahwa dunia masa depan yang disebut Keheningan,  diganggu oleh aktivitas seismik konstan yang jadi bukti dari peradaban masa lampau yang telah  mengotori planet.

Musim kehancuran telah merongrong dunia ini, bencana alam, yakni gempa bumi telah merobek peradaban.



  •  Oryx and Crake



Novel yang ditulis oleh Margaret Atwood ini bercerita tentang Snowman, ia  hidup di padang belantara. Belantara itu  dulunya sebuah kota dengan hutan-hutan beton yang menghiasinya.

Namun karena dunia ditimpa pemanasan global dan rekayasa genetika, maka dunia pun hancur. Dalam novel ini ditemukan  kisah dystopic tentang masa depan manusia yang suram, namun dinamis.



  • Dewa Batu



The Stone Gods atau Dewa Batu ditulis oleh Jeanette Winterson's tusuk yang mencakup lebih dari 3 kerangka waktu yang jauh berbeda.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2