11 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Berkunjung ke Air Terjun Parangloe, Gowa

Klikhijau.com โ€“ "Ngeri-ngeri sedap". Ungkapan itu rasanya pas untuk mengungkapkan keunikan Air Terjun Parangloe. Letaknya di Desa Belanpuranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan....

11 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Berkunjung ke Air Terjun Parangloe, Gowa
Bacakan Artikel

[irp]



  • Kamera



Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kamera, meski saat ini hampir semua orang menggenggam kamera dalam gawainya, tetapi alangkah bagusnya jika membawa kamera yang bukan kamera handphone.

Karena sangat sayang jika mengunjungi Air Terjun Parangloe yang disesaki pemandangan batu cadas yang memesona tidak diabadikan dengan kamera yang bagus.



  • Pakaian ganti



Saat berangkat dari rumah, mungkin sahabat hijau berpikir tidak akan mandi. Namun, karena perjalanannya menguras tenaga dan memeras keringat, sehingga akan membuat panas dan gerah, maka pikiran awal sahabat hijau akan berubah.

Belum lagi godaan Air Terjun Parangloe yang jernih dan segar akan membuat sahabat hijau menceburkan diri ke dalamnya atau sekadar bermain air.

Jadi, sebaiknya siapkan pakaian ganti sebelum ke air terjun yang terletak di Desa Belanpuranga, Kecamatan Parangloe, Gowa ini.



  • Topi dan kacamata



Bagi yang takut kulitnya terpapar matahari, ada baiknya menyiapkan topi dan kacamata. Hawa di air terjun ini cukup gerah.

[irp]



  • Menyiapkan tanda



Air terjun parangloe menganut adagium โ€œdiam-diam menghanyutkanโ€. Jika dilihat sekilas air terjun ini sangat kalem. Tidak mengandung unsur bahaya apa pun. Apalagi pemandangan yang eksotis dengan batu cadas yang berundak-undak secara alami. Itu akan membuat pengunjung terpesona dan melupakan ada bahaya yang mengintai.

Telah banyak korban jiwa yang tertelan oleh air terjun ini, sebab air bisa saja datang secara tiba-tiba menyapu dan menyeret apa saja.

Karena itu, penting untuk membuat tanda. Tanda yang disarankan oleh personil Manggala Agni, daerah Operasional (DAOPS) Gowa adalah meletakkan batu di tengan sungai. Batu itu harus sering dipantau, jika telah tersentuh air apalagi tenggelam, maka pengunjung harus segera berlari ke pinggir sejauh mungkin dari sungai.

Sebab itu tandanya air bah akan datang, karenanya sebaiknya ada satu atau dua orang yang bertugas memantau batu yang jadi penanda tersebut.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: