Zero Waste, Gerakan dan Sinergitas Tanpa Batas Melawan Sampah

Klikhijau.com - Beberapa waktu terakhir, zero waste menjadi salah satu program paling progresif dari banyak program yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi NTB. Dalam waktu singkat gerakan ini menja...

Zero Waste, Gerakan dan Sinergitas Tanpa Batas Melawan Sampah
Bacakan Artikel

Muncul pertanyaan, lantas kenapa program ini โ€œtampakโ€ pelaksanaannya masih jauh dari harapan? Setidaknya ada dua alasan yang bisa dikemukakan dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Pertama, program zero waste ini tergolong program yang sangat baru sehingga belum bisa dijadikan sampel untuk mengukur keberhasilan secara menyeluruh. Tindakan yang harus dilakukan adalah membantu pemerintah dalam proses internalisasi sehingga semakin tertanam kuat di masyarakat.

[irp]

Alasan kedua, sekali lagi persoalannya bukan pada pemahaman masyarakat tapi lebih kepada ketersediaan infrastruktur pendukung yang masih belum maksimal.

Sebagai contoh di dalam rumah tangga, sudah dilakukan aktivitas pemilahan sampah organik dan anorganik. Sesuai arahan pemerintah masyarakat sudah paham betul bahwa sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan sampah anorganik (plastik) dapat didaur ulang atau dijual.

Untuk dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk diperlukan alat komposter atau lubang biopori. Faktanya, masyarakat tidak memiliki peralatan-peralatan yang memadai, sehingga itu tidak bisa dilakukan. Hanya bank-bank sampah saja yang dapat menerapkannyaโ€”walau jumlahnya masih belum banyak.

Diperlukan sinergitas

Hal yang sama pada sampah anorganik, masyarakat sejak lama sudah paham memilah sampah plastik yang bernilai jual dan tidak. Sampah plastik dengan nilai jual (seperti botol dan gelas air mineral) disimpan rapi oleh masyarakat dan menunggu pengepul keliling untuk dijual.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: