Yumna, Sang “Garuda” yang Kembali Terbang Bebas di BTNGHS

Klikhijau.com – Elang jawa atau Nisaetus bartelsi. Sering mendapat penghargaan tinggi. Penghargaan itu berupa penyematan nama sebagai burung garuda. Kita semua tahu, burung garuda adalah lambang ne...

Yumna, Sang “Garuda” yang Kembali Terbang Bebas di BTNGHS
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Elang jawa atau Nisaetus bartelsi. Sering mendapat penghargaan tinggi. Penghargaan itu berupa penyematan nama sebagai burung garuda.

Kita semua tahu, burung garuda adalah lambang negara tercinta ini, Indonesia.  Karena itu, elang jawa termasuk salah satu jenis satwa burung yang dilindungi dan harus dilestarikan.

Pelestarian satwa ini bisa dengan beragam cara. Salah satunya adalah pelepasliaran kembali ke habitatnya.

Pelepasliaran adalah upaya menjaga satwa agar tetap lestari dan merdeka berpetualang di alam bebas. Tempat di mana seharusnya mereka berada.

Perihal elang jawa atau garuda. Belum lama ini dilakukan pelepasliaran oleh Unit Pelaksana Teknis Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) bersama dengan PT. PLN Indonesia Power KMJ POMU.

Bukan hanya elang jawa yang dilepasliarkan pada tanggal 26 September lalu itu, tapi juga  Elang Ular Bido (Spilornis cheela).

Kedua jenis elang itu dilepasliarkan ke habitat alaminya di Resort PTNW Gn Butak, Seksi PTNW II Bogor, TNGHS Bogor.

Pelepasliaran tersebut dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November.

Diberi nama Yumna

Elang jawa yang dilepasliarkan itu diberi  nama Yumna. Umurnya ± 2,5 tahun. Yumna merupakan satwa hasil serahan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur pada bulan April 2022.

Satwa penjelajah angkasa tersebut, sebelum dilepasliarkan telah melalui tahapan rehabilitasi selama 17 bulan di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ). Tempat ini  dikelola oleh Balai TN Halimun Salak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kemiripan elang jawa dengan lambing negara Indonesia dan keberadaannya yang langka membuat satwa ini dijadikan sebagai maskot satwa langka sejak tahun 1992 di Indonesia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2