Waspada Ancaman Mikroplastik, Peneliti Menemukannya dalam Tubuh Manusia

Klikhijau.com – Ancaman mikroplastik semakin nyata dan bergerak liar.  Ia  menempati hampir semua tempat, termasuk laut terdalam di dunia. Bahkan, pernah ada penelitian yang menemukan mikroplastik...

Waspada Ancaman Mikroplastik, Peneliti Menemukannya dalam Tubuh Manusia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Ancaman mikroplastik semakin nyata dan bergerak liar.  Ia  menempati hampir semua tempat, termasuk laut terdalam di dunia.

Bahkan, pernah ada penelitian yang menemukan mikroplastik terdapat dalam feses manusia. Tidak hanya itu, mikroplastik juga telah mencemari hujan yang turun ke Bumi.

Kabar miris tentang benda kecil itu terus saja datang melahirkan kecemasan. Temuan yang ditemukan para peneliti kerap di luar dugaan. Semisal kabar tebaru yang datang dari para peneliti dari Arizona State University.

Para peneliti tersebut mengungkap bahwa mereka  menemukan mikroplastik dan nanoplastik pada organ dan jaringan tubuh manusia.

Penemuan itu merupakan penemuan pertama yang patut dirayakan dengan kesedihan dan kekhawatiran.

Para peneliti itu  menemukan adanya mikroplastik dan nanoplastik dari 47 sample. Sample tersebut diambil dari paru-paru, hati, limpa, dan ginjal orang-orang yang sudah meninggal dan mendonasikan tubuh mereka untuk sains.

Mereka yang telah mendonorkan tubuhnya telah diketahui gaya hidup, diet, dan pekerjaannya. Hal ini memudahkan  peneliti untuk  mengetahui bagaimana plastik dapat masuk ke tubuh mereka.

Jenis plastis yang ditemukan cukup beragam, dilansir dari nationalgeographic, salah satu jenis plastik yang kerap ditemukan pada kemasan makanan, dikenal dengan Bisphenol A (BPA), ditemukan 100% pada sampel yang diteliti.

Tidak hanya itu, para peneliti juga  menemukan jenis plastik lain yang biasa digunakan pada produk konsumen, seperti polikarbonat (PC), polietilen tereftalat (PET), dan polietilen (PE).

Charles Rolsky, peneliti mikroplastik perairan dari Arizona State University mengatakan, dalam beberapa decade, plastic yang awalnya sangat bermanfaat, kini balik menjadi ancaman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2