Klikhijau.com – Keragaman hayati merupakan ukuran kestabilan ekosistem. Kerusakan lingkungan telah memberikan dampak serius keterancaman pelbagai ekosistem di dunia.
Tampaknya, tidak hanya ketergerusan lingkungan alam secara alami yang mendorong krisis ekosistem, tapi juga ulah manusia mencemari lingkungan hidup; limbah, penebangan hutan, sampah plastik penyebab membahayakan.
Saat ini, upaya konservasi terhadap kerusakan alam tampak didorong oleh semua pihak, tidak hanya konservasi fisik lingkungan, tetapi juga konservasi ekoparadigma manusia untuk lebih memahami lingkungan.
Konservasi paradigma ini dapat distimulus melalui Bincang-Bincang Wallacea Week 2019 yang digagas oleh British Council bekerja sama dengan AIPI, Kemendikbud, Ristekdikti, dan Kedutaan Besar Inggris.
Dikutip dari situs resmi British Council, kegiatan ini akan menghadirkan pembicara multidisiplin yang inspiratif dari Indonesia dan Inggris. Mengeksplorasi topik yang relevan dengan perkembangan Indonesia saat ini dan masa depan mulai dari topik konservasi, kerajinan, hingga ketahanan pangan dan ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini juga menyoal hubungan antara upaya-upaya konservasi dan masa depan komunitas dengan pembicara Sheherazade (Wildlife Conservation Society), Rudi Putra (National Geographic Fellow), dan Dr Berry Juliandi (Dosen IPB, Anggota ALMI)
Anda ingin hadir menambah wawasan keragaman hayati untuk merawat Indonesia? Silahkan catat tanggalnya, pada 27 November 2019, pukul 08.00-16:00 Wita, bertempat di Auditorium Prof. Dr. A. Amiruddin – Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar.
Daftarkan diri Anda melalui link laman di bawah!
https://form.kompas.id/pendaftaran-bincang-bincang-wallacea-week-2019








