Vape Ternyata Mengandung 10 Kali Lipat Karsinogen?

Klikhijau.com – Suatu ketika, saya sedang menikmati kopi di salah satu kantin perguruan tinggi di Makassar. tak jauh dari tempat saya duduk, dua orang mahasiswa sedang mengisap vape atau rokok elektri...

Vape Ternyata Mengandung 10 Kali Lipat Karsinogen?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Tingkat bahayanya  sama dengan  asap rokok tembakau, sebab  sama-sama mengandung nikotin, maka sudah pasti vape mampu menimbulkan penyakit paru-paru.

Di sisi lain, pengguna vape lebih mudah terpapar nikotin karena semakin besar tegangan dalam tabung vape maka semakin banyak pula nikotin yang dihasilkan.

Hal ini tidak menutup kemungkinan pengguna rokok elektrik bisa mengalami kecanduan seperti rokok tembakau.

Herbert Gilbert diduga yang pertama kali mematenkan rokok elektrik pada 1963.  Namun, penemuan tersebut tidak menghasilkan vapor seperti sekarang ini.

Tahun 2003 seorang penemu bernama Hon Lik menemukan sebuah alat e-ciggarette yang merupakan awal mula munculnya vapor. Dan pada tahun yang sama, ia mematenkan hak cipta atas rokok listriknya tersebut.

Hon Lik menemukan vape dengan cara yang unik. Ia  menemukan inspirasi  membuat e-ciggarette di tahun 2000.

Walaupun saat itu sudah ada rokok elektrik, Hon Lik merasa kurang puas. Sehingga ia berfikir dan berupaya untuk mengembangakan produk e-cigarrete serta menyempurnakan alat yang dia temukan.

Hon Lik merupakan seorang pecandu rokok konvensional berat yang sudah terlanjur menderita penyakit infeksi pernapasan. Sehingga ia mencari cara lain agar tetap bisa merokok.

Rokok elektrik yang ia temukan adalah sebuah perangkat elektronik yang mampu mengubah cairan nikotin menjadi uap/kabut yang kita kenal e cigarette atau vape. Seperti yang diisap dua mahasiswa di kantin sebuah perguruan tinggi itu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2