Underwater, Gambaran Nyata Kerakusan Manusia di Laut

oleh -145 kali dilihat
Underwater, Gambaran Nyata Kerakusan Manusia di Laut
Underwater, Gambaran Nyata Kerakusan Manusia di Laut-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com –Ketika kau berada di bawah air berbulan-bulan. Kau lupa siang dan malam. Hanya ada sadar atau mimpi,” narasi itu, merupakan narasi pembuka dalam film Underwater.

Narasi tersebut membawa penonton pada situasi sepi yang cekam. Film ini memang merupakan film horor yang digolongkan ke dalam horor fiksi ilmiah.

Suasanya mencekam dan menegangkan bisa ditemui di sepanjang film ini. Dengan dibintangi oleh Kirsten Stewart yang berperan sebagai Nora  Price, Vincent Cassel sebagai W. Lucie, John Gallagher memerankan Liam Smith, Jessica Henwick memerankan sosok Emily Haversham.

Film ini dimeriahkan pula oleh T.J. Miller sebagai Paul  dan Rodrigo yang diperankn oleh Mamoudou Athie. Kisahnya pun mengalir dengan epik.

KLIK INI:  Tanaman Rekayasa Genetika, Tingkatkan Hasil Panen dan Mereduksi Emisi GRK

Setidaknya, tercatat dua kali saya menonton film yang disutradarai oleh William Eubank ini. Namun ada perasaan berbeda saat pertama menontonnya dan yang kedua.

Saat menontonnya yang kedua kalinya. Peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 baru saja terjadi. Itu membuat perasaan menonton saya campur aduk.

Bayangan dan pikiran saya lebih banyak mengarah kepada para kru kapal selam Nanggala 402. Di mana ia memuat 53 orang kru.

Saat para pemeran film Underwater berjuang untuk hidup di tengah runtuhnya bangunan di bawah laut. Di mana kepanikan dan rasa putus asa menghinggapi para pemerannya. Bayangan dan pikiran saya mengarah ke kru KRI Nanggala 402—membayangkan kepanikan dan keputusasaannya pada harapan untuk hidup.

Setting Palung Mariana

Film ini menceritakan tentang kehidupan para pengebor minyak di dalam lautan. Dengan mengambil latar Palung Mariana.

Palung mariana sendiri membentang sepanjang 2.550 km. Memiliki lebar 63 m di barat Samudera Pasifik sampai ke timur Pulau Mariana. Tepatnya dekat Pulau Guam.

Film menjadi media untuk mempromosikan sesuatu dan juga membawa misi berupa pesan. Sama halnya denang film ini. Di dalamnya dapat ditemukan pesan lingkungan dan juga kerakusan manusia.

Palung mariana merupakan palung terdalam di dunia. Di tempat terdalam yang pekat itu pun dalam film ini dibangunan mesin pengebor minyak yang canggih.

Di titik terdalam lautan itu, dalam  film Underwater pun terlihat adanya  sampah plastik dan bungkus permen yang menghuninya.

Sampah plastik di lautan memang telah lama menjadi sorotan. Banyak biota laut yang jadi korban karena memakan dan terjerat sampah.

KLIK INI:  Mencemaskan, Kini Laut Terdalam di Dunia pun Mulai Dihuni Plastik

Dalam film ini digambarkan jika sedang terjadi gempa bumi yang menyebabkan kerusakan bangunan canggih pengebor minyak di mana para pemeran tinggal dan beraktivitas.

Dan tentu saja semua menjadi panik. Kepanikan itu, pada tontonan kedua kalinya bagi saya terasa pas dan mencekam. Karena saya menontonnya setelah peristwa karamnya KRI Nanggala pada tanggal 21 April 2021 lalu.

Namun, ada yang tetap sama saat menonton pertama dan kedua kalinya, yakni rasa “geram” oleh aktivitas sekelompok manusia yang mengebor lautan demi minyak.

Sarat pesan lingkungan

“Itu hanya gempa susulan,” Ucap Rodrigo di tengah kepanikannya. Seolah mencoba menenangkan rekan-rekannya jika semua akan baik-baik saja. Tapi ucapan Rodrigo itu langsung disambar oleh pemeran lainnya, “Karena kita mengebor terlalu dalam.”

Percakapan singkat itu membawa pesan bahwa apa yang diambil berlebihan di alam, termasuk lautan pada akhirnya akan mengakibatkan bencana.

Lalu pada percakapan lainnya, saat Liam mempertanyakan beban bor yang mencapai 6.000 ton bagaimana bisa terkoyak. Emily menjawabnya dengan dingin, tapi akan sarat pesan, “Kita mengebor dasar lautan.” Dialog itu berlanjut dalam nuansa putus asa.

“Kita mengambil terlalu banyak,” kata Nora

“Kini lautan mengambil kembali,” balas Emily, “Kita tak boleh di bawah sini,” lanjutnya. “Tak ada yang boleh,” tambahnya lagi setelah jeda agak lama.

Dialog singkat antara Nora dan Emily tersebut menjadi pesan nyata bahwa mengambil terlalu banyak dari alam. Pada akhirnya akan diambil kembali oleh alam itu sendiri.

Film Underwater sendiri dirilis pada tanggal 10 Januari 2020 lalu. Film ini  bergenre horor fiksi ilmiah yang naskahnya ditulis oleh Brian Duffield dan Adam Cozad.

Menonton film ini memang menegangkan. Namun, banyak pesan yang bisa ditemukan. Terutama pesan lingkungan. Karena itu, film berbudget $ 65 juta ini patut untuk dinonton.

KLIK INI:  Tanpa Disadari, 7 Zodiak Ini Berlambang Hewan