Kabar Baik, Sampah Plastik Bisa Diubah Jadi BBM

oleh -94 kali dilihat
Kabar Baik, Sampah Plastik Bisa Diubah Jadi BBM
Kabar Baik, Sampah Plastik Bisa Diubah Jadi BBM -foto/Ist

Klikhijau.com – Komitmen Indonesia mengurangi timbulan sampah plastik tak berhenti. Meski tantangan yang dihadapi dalam 15 tahun terakhir cukup besar. Karena sampah plastik terus meningkat jumlah dan fraksi sampahnya.

Kebanyakan yang dihasilkan dari barang-barang adalah plastik sekali pakai (SKP). Di antaranya,  kemasan plastik fleksibel (sachet dan pouch), kantong plastik, sedotan plastik, dan wadah busa plastik (styrofoam).

Fraksi  sampah plastik sebesar 11% pada tahun 2015, namun saat ini fraksi tersebut meningkat signifikan menjadi 15,7-18,5%.

Untung mengurangi sampah plastik itu, banyak hal telah dilakukan, bukan hanya pemerintah, di antaranya dengan menyusun 5 strategi dan rencana aksi pengurangan sampah plastik dalam jangka panjang lihat di SINI

KLIK INI:  Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Patut Ditiru dari Dua Aktivis Perempuan di Bulukumba
Inovasi masyarakat Pulau Pramuka

Kalangan yang bergerak menangani sampah plastik bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, semisal apa yang dilakukan masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Masyarakat di pulau tersebut memanfaatkan teknologi untuk mengolah sampah plastik. Mereka mengubah sampah plastik menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Inovasi itu pun mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bahkan pada hari Senin lalu, 24 Mei 2021 KLHK melalui Pusat Kajian Kebijakan Strategis (Pusjakstra) meninjau langsung  aktivitas masyarakat  di Pulau Pramuka.

Adalah Herry Subagiadi selaku Kepala Pusat Kajian Kebijakan Strategis KLHK yang terjun langsung meninjau proses pengelolaan sampah plastik menjadi BBM jenis solar.

Pada kesempatan itu, Herry menyempatkan diri berdiskusi dengan masyarakat yang terlibat dalam inovasi tersebut, yakni penggiat lingkungan dari komunitas Rumah Literasi Hijau (RLH).

Herry mengungkapkan,  kedatangannya ke Pulau Pramuka adalah untuk melihat langsung dan mendengar cerita pemanfaatan sampah plastik menjadi BBM.

Kegiatan itu diharapkan oleh Herry dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan. Dan ke depannya dapat menghasilkan listrik di pulau-pulau lain yang berada di Kepulauan Seribu.

“Saya harap kegiatan di Pulau ini bisa direplikasi di tempat lain. Dari diskusi ini, kami berharap ada tindak lanjut yang akan kami kaji di kantor untuk mewujudkan pemanfaatan sampah plastik menjadi EBT di tempat lain,” ujar Herry.

KLIK INI:  PKK Sulsel Bangun Kemitraan Bersama BUMN dan Swasta Gerakan Kurangi Sampah Plastik

RLH sendiri diinisiatori oleh Hjh. Mariyah. Ia merupakan seorang guru. Dirinya mengakui  sejak tahun 2009 lalu telah berkegiatan. Ia mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan.

Menggunakan teknologi canggih, tapi sederhana

Dan sejak dua tahun terkahir, RLH mendapatkan bantuan alat berupa mesin Pirolisis. Alat ini cukup canggih dan menjadi solusi masalah sampah plastik. karena dapat mengubah sampah plastik menjadi BBM berupa solar.

Menurut Hjh. Mariyah, teknologi tersebut sangat sederhana, saking sederhananya sehingga sangat memungkinkan orang awam cepat mempelajarinya.

Keunggulan lain teknologi Pirolisis, karena tidak perlu listrik yang besar dan tempat yang luas untuk mengoperasikannya. Hal tersebut membuat limbah plastik dapat dikelola bahkan menawarkan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Hasil uji lab yang kami lakukan sebanyak tiga kali pada dua laboratorium berbeda. Hasilnya, BBM yang dihasilkan relatif stabil. Bahkan bisa mengoperasikan mesin 2 tak seperti chainsaws,” ungkap Hjh. Mariyah.

Pirolisis, menurut Pertamina merupakan proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi yang berlangsung tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas. Proses itu (dekomposisi) pada pirolisis  sering juga disebut dengan devolatilisasi.

Pirolisis, bisa juga disebut thermolisis merupakan proses dekomposisi kimia. Caranya dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen.

Ada dua produk yang dihasilkan pada proses pirolisis berupa bahan bakar padat, yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya.

Produk lain yang dihasilkan adalah gas berupa metana (CH4), karbon dioksida (CO2) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.

Pirolisis juga menghasilkan tiga jenis produk, yaitu gas (fuel gas), padatan (charcoal/arang), dan cairan (bio-oil).

KLIK INI:  Kenalkan Xylarium Bogoriense, Perpustakaan yang Hanya Berisi Kayu!