Transformasi dan Akuntabilitas Menentukan Nasib Lembaga Zakat di Era Digital

Klikhijau.com - Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia back to back memuncaki klasemen Negara Paling Dermawan di dunia menurut World Giving Index. Salah satu penilaian yang menyumbang poin signif...

Transformasi dan Akuntabilitas Menentukan Nasib Lembaga Zakat di Era Digital
Bacakan Artikel
Irfan

Artikel terbaru dari Irfan (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Klikhijau.com - Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia back to back memuncaki klasemen Negara Paling Dermawan di dunia menurut World Giving Index.

Salah satu penilaian yang menyumbang poin signifikan adalah praktik Filantropi Islam seperti zakat, infak dan sedekah dalam kultur kuat masyarakat Indonesia yang guyub dan gotong royong.

Namun data yang dirilis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan capaian pengumpulan organisasi pengelola zakat (OPZ) di Indonesia masih jauh dari potensi sebenarnya.

Sebuah fakta lapangan yang sulit dibantah adalah masih banyaknya umat Muslim yang “puas” menyalurkan zakatnya secara langsung kepada tetangga, kerabat atau fakir miskin yang mereka kenal, alih-alih menitipkan kepada lembaga amil zakat (LAZ).

Sebuah penelitian yang berjudul "The Current Issue of Reporting Zakat in Indonesia: A Critical Analysis" (2024) karya Mohammad Qutaiba dkk., memberikan jawaban yang cukup “menampar” bagi praktisi zakat: kita sedang mengalami krisis kepercayaan.

[irp]

Jejak Digital yang Nyaris Tak Terlihat

Di zaman ketika hampir setiap urusan hidup berpindah ke layar ponsel, masyarakat berharap lembaga besar pun hadir secara digital. Namun penelitian ini justru menemukan hal yang sebaliknya: dari 32 Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional, empat lembaga bahkan tidak memiliki website .

Bayangkan saja, ketika seseorang ingin memastikan ke mana zakatnya disalurkan, ia bahkan tidak menemukan “pintu masuk” untuk mengenal lembaga itu.

Dalam konteks lembaga berskala nasional, absennya website bukan sekadar kekurangan teknis—tetapi isyarat bahwa transparansi mungkin bukan prioritas utama.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2