Tragedi Eksploitasi Penyu di Mamuju dan Perlunya Penindakan Keras pada Pelakunya

Klikhijau.com – Belum lama ini, aktivis dan pemerhati penyu dari Polewali Mandar Sulawesi Barat, Yusri Mampie menyampaikan kabar buruk. Isinya adalah  telah ditemukan adanya illegal trade penyu di Lin...

Tragedi Eksploitasi Penyu di Mamuju dan Perlunya Penindakan Keras pada Pelakunya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Belum lama ini, aktivis dan pemerhati penyu dari Polewali Mandar Sulawesi Barat, Yusri Mampie menyampaikan kabar buruk. Isinya adalah  telah ditemukan adanya illegal trade penyu di Lingkungan Tampalambagu Kelurahan Sinyonyoi Kecamatan Kalukku, Mamuju pada 6 Oktober 2020.

Tak main-main terdapat barang bukti berupa 14 karung daging penyu mati dalam keadaan kering dan sudah terpotong-potong. Beratnya kurang lebih 220 kilogram dan 5 ekor lainnya yang masih hidup. Diperkirakan daging penyu ini berasal dari 50 ekor penyu.

Pelaku yang ditangkap bernama bernama Jahir, warga Mamuju. Ia menangkap penyu menggunakan jaring dengan memakai perahu nelayan. Aksi bejat Jahir itu berlangsung sekitar 1 bulan.

Dari informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, Jahir telah menjual sekitar 200 kilogram pada bulan September 2020 seharga Rp. 50.000 per kilogram pada pemasok bernama Basri di Mamuju.

Tragisnya, penyu yang ditangkap oleh Jahir dalam keadaan hidup kemudian dimatikan dengan cara dipotong lehernya kemudian dagingnya dicincang-cincang, selanjutnya dikeringkan.

Atas kejadian ini, Yusri Mampie dari Sahabat Penyu, angkat suara dan meminta agar pihak terkait khususnya kepolisian  menangani kasus ini secara serius.

“Bagi kami, ini kasus luar biasa. Kalau melihat dari video yang dikirim teman-teman dari TKP, kami melihat lemahnya fungsi pengawasan yang ada di sana,” tegas Yusri.

Menurut Yusri, kasus seperti ini memang sering terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Barat. Termasuk perburuan  telur penyu yang juga marak.

Anehnya, pelaku berkilah bahwa alasan membunuh penyu  karena telah mengganggu budidaya rumput laut.

“Ini tidak masuk akal. Karena banyak kawasan budidaya  rumput laut juga merupakan tempat penyu bertelur, tapi tidak ada warga yang mengeluh dengan keberadaan penyu. Jelas, niatnya memang hanya untuk menjual,” ungkap Yusri.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2