Ternyata Sedotan Besi tak Ramah Lingkungan, Lho Kenapa?

Klikhijau.com – Saat semakin banyak orang tersadar tentang bahaya penggunaan massal sedotan plastik, sedotan besi alias sedotan metal seolah datang jadi solusinya. Sedotan metal dianggap lebih rama...

Ternyata Sedotan Besi tak Ramah Lingkungan, Lho Kenapa?
Bacakan Artikel

“Lalu dimana masalahnya?” Demikian Mila bertanya-tanya penasaran. Ternyata masalahnya ada pada proses produksi dari sedotan besi ini yang ditengarai berdampak buruk pada lingkungan.

Yah, sedotan besi diproduksi dari campuran besi, karbon, dan kromium yang dalam proses membuatnya melibatkan penebangan pohon dan penggalian tanah.

Proses ini melewati suatu reaksi kimia agar besi dan kromium dapat dimurnikan dari mineral lainnya.

Lalu, saat logam-logam diproses di pabrik, pengolahannya akan menyisakan limbah yang pada akhirnya terbuang ke alam dan akan menimbulkan pencemaran lingkungan sekitarnya.

Sebuah riset oleh Megan Tolbert dan Katie Koscielak dari Humboldt State University, mengungkap, energi yang diperlukan untuk membuat sedotan besi tidaklah sedikit. Memerlukan energi sebesar 2.420 kJ/sedotan, atau 23.7 kJ/sedotan untuk sedotan plastik.

Bukan itu saja, untuk produksi satu sedotan besi menghasilkan 217 gCO2, sedangkan setiap sedotan plastik menghasilkan 1,46 gCO2 untuk setiap satu sedotan.

Jadi, pengalihan penggunaan sedotan dari plastik yang single use menjadi sedotan besi, ternyata bukanlah solusi bijak. Namun, menimbulkan masalah yang buruk pada planet kita.

Dari riset tersebut pun kemudian disimpulkan, bahwa sedotan metal lebih berbahaya dari jenis sedotan plastik. Pendeknya, pemakaian sedotan besi bukanlah solusi terbaik untuk sedotan plastik.

Lalu, bagaimana solusinya? Untuk mengatasi masalah lingkungan, sebaiknya berhenti memakai sedotan. Entah plastik maupun besi dan mulailah minum tanpa sedotan.

Beberapa pegiat lingkungan juga menyarankan sedotan yang lebih ramah lingkungan seperti sedotan bambu.

Namun, sebuah perusahaan bernama The Happy Turtle Straw, mengklaim punya produk sedotan yang bisa jadi solusi. Mereka berinovasi membuat sedotan dari kentang dan tapioka yang tidak mengandung bahan kimia.

Kabarnya, sedotan ini bisa dipakai hingga dua sampai tiga jam saja. Sedotan ini bahkan bisa digoreng setelah digunakan.

Sedangkan bila harus dibuang, sedotan ini akan mudah terurai di alam. Bahkan bila dibuang ke sungai atau laut, sedotan ini bisa dimakan oleh ikan. Bila tak dimakan, sedotan ini sepenuhnya dapat terurai dalam 3 bulan

“Wah, inovasi ini bisa jadi solusi masa depan. Jadi, penasaran menunggunya dan segera beralih ke sedotan jenis ini,” kata Mila saat merespons kabar baik ini.

Kita tunggu saja, pastinya inovasi memang terus diperlukan untuk keberlanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2