Benarkah, Jam Kerja yang Panjang Tingkatkan Risiko Kematian?

Klikhijau.com โ€“ Pekerja dan pekerjaan, dua hal tak terpisahkan. Ada pekerja jika ada pekerjaan. Dan pekerjaan hanya akan usai jika ada pekerja yang mengerjakannya. Keduanya saling membutuhkan. Peke...

Benarkah, Jam Kerja yang Panjang Tingkatkan Risiko Kematian?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Pekerja dan pekerjaan, dua hal tak terpisahkan. Ada pekerja jika ada pekerjaan. Dan pekerjaan hanya akan usai jika ada pekerja yang mengerjakannya.

Keduanya saling membutuhkan. Pekerja merupakan roda atau nyawa dari pekerjaan. Karena itu, setiap perusahaan akan membutuhkan tenaga para pekerja.

Banyak sistem yang dianut agar keduanya saling menguntungkan, misalnya dengan sistem gilir atau shift. Ada juga yang memberlakukan jam kerja tertentu. Hal ini bisa membuat pekerja tidak terlalu menguras tenaga dan juga waktunya.

Perihal waktu, tidak sedikit pula pekerja yang bekerja lebih panjang, melebihi batas waktunya. Kadang istilah semacam ini disebut dengan lembur.

[irp]

Namun, ada permasalahan baru diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa bekerja dengan jam kerja panjang. Telah membunuh ratusan ribu orang setiap tahun.

Parahnya tren ini semakin meningkat dan kian memburuk, terutama saat pandemi Covid-19 melanda.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: