Terbuat dari Sampah Plastik, Gelang Tikos ini Memberi Motivasi Pada Tiap Warnanya

[hijau]Sampah plastik di lautan disulap jadi gelang modis[/hijau] Klikhijau.com - Pernahkah kamu bayangkan sebuah gelang plastik daur ulang melingkar di tanganmu? Sebelum menjadi gelang tikos, plas...

Terbuat dari Sampah Plastik, Gelang Tikos ini Memberi Motivasi Pada Tiap Warnanya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

[hijau]Sampah plastik di lautan disulap jadi gelang modis[/hijau]

Klikhijau.com - Pernahkah kamu bayangkan sebuah gelang plastik daur ulang melingkar di tanganmu? Sebelum menjadi gelang tikos, plastik itu berserakan di lautan sebagai sampah yang mencemaskan. Bagaimana bisa sampah-sampah itu jadi gelang tikos yang modis dan bisa mengubah penampilanmu?

Jika pertanyaan itu kamu sodorkan ke perusahaan yang bernama Cape Clasp. Maka akan dijawab, semua bermula dari keinginan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Keinginan itu membuat perusahaan yang berbasis di Falmouth, Massachusetts, menciptakan gelang tikós yang bahannya 100 % dari sampah plastik di lautan.

Selain terbuat dari hasil daur ulang sampah plastik, sebagaimana ditulis Diki Suherlan di greeners.co. Gelang sederhana ini tersedia dalam 4 warna. Keempatnya masing-masing memiliki pesan pengingat serta motivasi berbeda bagi pemakainya.

Tan/Krem: “Clean the Coast” mengingatkan konsumen untuk membawa kantong sampah dan mengambil puing-puing sampah plastik ketika berada di pantai.

Hitam: “Skip the Straw” mengingatkan konsumen untuk membawa sedotan yang dapat digunakan kembali saat memesan makanan atau minuman. Sedotan plastik adalah salah satu limbah utama yang menyumbat pantai dan membahayakan satwa laut.

Biru: “Bring a Bag” mengingatkan konsumen untuk membawa tas belanja sendiri yang dapat digunakan kembali untuk membantu melestarikan sumber daya alam seperti minyak bumi (plastik) dan pohon (kertas).

Teal/Hijau Kebiruan: “Keep the Cup” mengingatkan konsumen untuk membawa cangkir sendiri untuk diisi ulang dan menghindari penggunaan gelas atau cup plastik sekali pakai.

Ubah kebiasaan menggunaka plastik sekali pakai

Patrick Clarke, yang merupakan pendiri perusahaan Cape Clasp berharap,perusahaannya tidak hanya mengubah sampah plastik menjadi suatu produk atau mengurangi limbah dari tempat pembuangan sampah. Tapi bisa mengubah kebiasaan orang-orang yang menggunakan plastik sekali pakai yang saat ini membahayakan hewan laut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2