Tahun Baru, Kembang Api, dan Dampak Buruknya pada Lingkungan

Klikhijau.com – Perayaan tahun baru rasanya akan kurang lengkap tanpa diwarnai dengan pesta kembang api. Ritus meluncurkan kembang api ke langit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan t...

Tahun Baru, Kembang Api, dan Dampak Buruknya pada Lingkungan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perayaan tahun baru rasanya akan kurang lengkap tanpa diwarnai dengan pesta kembang api.

Ritus meluncurkan kembang api ke langit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan tahun baru—di berbagai belahan dunia.

Kembang api memiliki beragam warna, sehingga tampak indah dan mengagumkan jika “bermekaran” di langit malam. Pada perayaan tahun baru, pesta kembang api menjadi momentum yang paling dinanti—dijadikan penanda pergantian tahun.

Orang-orang akan rela menengadah ke langit demi melihat keindahannya sambil bersorak. Namun, di balik keindahan dan kemeriahannya, kembang api membawa kabar buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Kembang api hanya akan memicu euforia sesaat saja, tapi dampaknya akan sangat panjang terhadap lingkungan, baik pada hewan maupun tumbuhan. Di samping itu, juga akan berdampak buruk pada kesehatan manusia

Kenapa bisa demikian, memang apa salah kembang api sehingga dimasukkan pada “golongan” yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan?

Perlu diketahui bahwa kembang api mengandung partikel halus PM 2.5 dan PM10. Bahannya terbuat beragam bahan kimia yang memerlukan oksigen untuk berpendar.

Ketika kembang api “meledak” mengeluarkan cahaya, pada saat itulah ia akan mengeluarkan ribuan ton partikel halus.

Saking halusnya partikel yang dihasilkan sehingga ia tak tampak oleh mata manusia. Padahal debu dari partikel halus atau PM (Particulate Matter) tersebut memiliki kandungan yang berbahaya lingkungan dan  kesehatan manusia.

Memicu polusi

Dilansir dari sustaination, pada tahun 2019 lalu, ada sebuah sebuah studi di Amerika Serikat (AS). Mereka  mengamati 300 titik di Amerika Serikat saat kemerdekaan negara tersebut setiap tanggal 4 Juli.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2