Tafsir Budaya “Rewako Gowa”, Kearifan Lokal dan Masa Depan  

Klikhijau.com - Gowa memasuki usianya yang ke-700, pertanggal 17 November 2020. Usia yang terbilang sepuh jika dibandingkan dengan tahun kemerdekaan RI yang usianya baru 75 tahun. Dengan jargon “Go...

Tafsir Budaya “Rewako Gowa”, Kearifan Lokal dan Masa Depan   
Bacakan Artikel

Dalam kehidupan adat Makassar, urutan keutamaan pemilihan seorang pemimpin (Mattulada, 1977) ada empat, yakni cerak (turunan), kacaraddekang (kepintaran), kabaraniang (keberanian), pakkalumannyangngang (kekayaan).

Jadi, moto yang yang elok dan elegan untuk konteks masyarakat Gowa gaungkan adalah “SIRIKKO GOWA atau PANRITAKO GOWA”. Seperti pada ungkapan kelong berikut:

Panritai tu Gowaya

Panritai ri pangngadakkang

Siri’ napacce

Napa’ jari lampangkana

 

Lampangkana tu Gowaya

Lampangkana kapanritang

Kulle akjari

Parenta ri katalassang

 

Punna niak tummarenta

Amminawangki ri boko

Alle pinawang

Punna ngerang kabajikang

 

Punna parenta ri sala

Pakaingaki ri sunggu

Tena nunnosa’

Annosa’ battu ri boko

 

Tu Gowaya terasa ri siri’

Mingka lammai ri pakmaik

Baji nipare’

Sa’ri battang lalang lino

 

Panritai tu Gowaya

Lambusu’ kana appau

Namanggaukang

Passurona Allah Taala (CH)

 

Terjemahan:

Arif itu orang Gowa

Arif pada peradaban

Harga diri dan kasih sayang

Dia jadikan kalimat

 

Kalimat orang Gowa

Kalimat kearifan

Dapat menjadi

Perintah dalam kehidupan

 

Jika ada yang memerintah

Ikutlah di belakang

Jadikan ikutan

Jika membawa kebaikan

 

Jika perintah pada ketidakbaikan

Ingatlah pada kemulian

Tidak menusuk engkau

Menusuk dari belakang

 

Orang Gowa tegas pada harga diri

Tetapi lembut pada perasaan

Baik dijadikan

Saudara di dunia

 

Arif itu orang Gowa

Lurus kata menyampaikan

Dan mengerjakan perintah Allah Taala.

Kearifan lokal dan masa depan

Karakter kepemimpinan berbasis budaya lokal dapat ditemukenali melalui Kelong, Rapang, Pappasang dan produk kebudayaan lainnya. Sehingga kearifan lokal ini perlu diramu dalam regulasi kebudayaan serta diintegrasikan dan diimplementasikan di sekolah-sekolah agar terjadi kesinambungan sejarah dan budaya masa silam yang perlu dirawat bersama untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

Oleh karena itu, kearifan lokal sebagai khazanah budaya dan jati diri bangsa perlu ditemukenali dan direvitalisasi. Khususnya bagi generasi muda dalam konteks kehidupan global saat ini untuk proyeksi di masa datang. Dengan demikian, identitas sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya tinggi akan tetap terjaga.

Semoga diusianya yang ke-700 tahun, Gowa semakin bersejarah, berperadaban, dan bermartabat. Dengan “Semangat Gowa religius, kita perkuat kolaborasi dalam percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas demokrasi.

Selamat Hari Jadi Kabupaten Gowa, Jaya Selalu!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2