Studi: Sejak 1950-an Kapasitas Terumbu Karang Menurun 50 Persen

oleh -95 kali dilihat
Terumbu karang
Terumbu karang/foto-ppid.menlhk.go.id

Klikhijau.com –  One Earth belum lama ini menerbitkan sebuah studi baru. Studi itu mengungkapkan keadaan terumbu karang secara global telah bermasalah dan berdampak terhadap ekosistem.

Para peneliti menetapkan kapasitas terumbu karang untuk menawarkan layanan ekologis. Saat ini telah menurun hingga 50 persen sejak tahun 1950-an.

Dilansir dari Inhabitat, sebuah Studi yang dilakukan oleh University of British Columbia menemukan,  terumbu karang menawarkan layanan ekologis utama, seperti penyediaan makanan dan perlindungan dari badai dan banjir.

Penyebab utama menurunnya terumbu karang menurut studi tersebut adalah  aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan yang berlebihan, perubahan iklim dan perusakan habitat yang tidak bertanggung jawab atas penurunan kondisi karang.

KLIK INI:  AS dan China Sampaikan Komitmen Kuat dalam Mengatasi Krisis Iklim

Studi ini menawarkan pandangan komprehensif, pertama tentang bagaimana aktivitas manusia ini memengaruhi kemampuan terumbu karang untuk memberikan manfaat dan layanan penting bagi manusia.

Dr. Tyler Eddy, Penulis utama rekan penelitian di Institut UBC untuk Kelautan dan Perikanan (IOF), mengatakan bahwa terumbu karang harus dilindungi.

“Ini adalah panggilan untuk bertindak. Kami telah mendengar berkali-kali dari penelitian perikanan dan keanekaragaman hayati,” kata Eddy.

Upaya mendukung manusia

“Kita tahu terumbu karang adalah hotspot keanekaragaman hayati. Dan melestarikan keanekaragaman hayati tidak hanya melindungi alam, tetapi juga mendukung manusia yang menggunakan spesies ini untuk sarana budaya, subsistensi, dan mata pencaharian.”

Para peneliti menganalisis tren terumbu karang selama beberapa dekade menggunakan data dari berbagai survei dan penelitian. Menurut penulis senior Dr. William Cheung, profesor dan direktur IOF,

“Studi ini berbicara tentang pentingnya bagaimana kita mengelola terumbu karang. Tidak hanya pada skala regional, tetapi juga pada skala global, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung padanya,” ungkap Cheung.

Para peneliti juga mencatat penurunan yang signifikan terjadi karena aktivitas penangkapan ikan. Studi ini menemukan bahwa tangkapan ikan mencapai puncaknya pada tahun 2002 dan terus menurun selama bertahun-tahun. Tangkapan per unit usaha sekarang 60% lebih rendah dari tahun 1950.

KLIK INI:  Studi: Tersisa 15,5% Wilayah Pesisir Dunia Masih Utuh Secara Ekologis
Tentang terumbu karang

Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang. Mereka bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang lazim disebut zooxanthellae. Terumbu karang  masuk ke dalam jenis filum Cnidaria, yang tergolong kelas Anthozoa. Ia  memiliki tentakel.

Kelas Anthozoa ini terdiri dari dua Subkelas,  yaitu Octocorallia dan Hexacorallia atau Zoantharia. Keduanya ini dibedakan secara asal-usul, yakni morfologi dan fisiologi.

Koloni karang  terbentuk karena adanya campur tangan ribuan hewan kecil. Hewan-hewan itu  disebut Polip.

Meski begitu, pada bentuk sederhananya, terumbu karang hanya terdiri dari satu polip. Ia mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Ada mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel.

Meski hanya satu individu polip karang, namun, akan berkembang menjadi banyak individu. Inilah yang disebut koloni. Hewan ini memiliki rupa unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3 dan terlihat cantik.

Terumbu karang sendiri adalah habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, baik hewan laut maupun mikroorganisme laut lainnya.

Habitat Terumbu karang ini  secara umum hidup di pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari. Kira-kira kurang lebih 50 meter di bawah permukaan laut.

Namun, ada juga beberapa tipe terumbu karang yang dapat hidup jauh di dalam laut. Terumbu karang ini tidak memerlukan cahaya.

Kelemahan jenis ini karena   tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang.

Pada perairan tropis, sebagian ekosistem terumbu karang  tumbuh. Terumbu karang ini memiliki sifat yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, eutrofikasi. Ia memerlukan kualitas perairan alami.

Manfaat terumbu karang

Terumbu karang mengandung banyak manfaat.  Baik secara ekonomi maupun ekologi. Setidaknya ada dua manfaatnya, yakni manfaat langsung langsung dan tidak langsung.

Secara langsung, manfaatnya adalah tempat hidup ikan,  batu karang, pariwisata, wisata bahari  hingga penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya.

Sedangkan  secara tidak langsung, berupa penahan abrasi pantai dan sumber keanekaragaman hayati.

Namun, dengan adanya penelitian tersebut, yang menyiarkan bahwa 50% terumbu karang telah hilang, maka manfaat-manfaat yang disebutkan di atas bisa saja tak lagi kita nikmati.

KLIK INI:  Peneliti Kaget Temukan Mikroplastik Jadikan Laut Dalam Tempat Kumpul