Small Grant Kembali Hadir, Ruang bagi Masyarakat Dukung FOLU Net Sink 2030

Klikhijau.com - Pada Agustus 2025 lalu, Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode ketiga diluncurkan. Dan tahun ini, Kamis, 12 Februari 2026 Small Grant periode keempat kembali ha...

Small Grant Kembali Hadir, Ruang bagi Masyarakat Dukung FOLU Net Sink 2030
Bacakan Artikel

“Kami sangat bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama,” ujarnya.

Pada Periode Keempat, pengajuan usulan kegiatan dibuka pada 12-19 Februari 2026 dengan proses pendaftaran yang lebih mudah diakses. Masyarakat dapat mengajukan proposal secara daring melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id, untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam periode ini, masyarakat dapat memilih salah satu dari tiga tema utama. Pertama, FOLU Goes to School, berfokus pada pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan. Kedua, FOLU Terra, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan. Ketiga, FOLU Biodiversity, mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Melalui tiga tema tersebut, Kementerian Kehutanan membuka seluas-luasnya partisipasi publik untuk berkolaborasi dalam mendukung agenda mitigasi perubahan iklim, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030.

[irp]

Papua siap

Untuk mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Kementerian Kehutanan bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat fondasi penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional (Renja Subnas) Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Langkah yang dilakukan adalah melalui Workshop I di Nabire, Kamis (12/02). Kegiatan ini menjadi tahap penting untuk memastikan dokumen operasional tingkat provinsi tersusun realistis, terukur, dan sesuai karakteristik wilayah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu menegaskan bahwa workshop ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan memperjelas arah kerja daerah.

“Workshop I ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan panduan secara terstruktur serta contoh peluang kegiatan yang dapat dimasukan dalam proses penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah,” tuturnya.

Papua Tengah memiliki kawasan hutan seluas 5,7 juta hektare. Dari luasan tersebut, arahan aksi mitigasi mencapai 3,6 juta hektare dan sebagian besar masuk dalam kategori perlindungan High Conservation Value (RO 11). Luasan tersebut menunjukkan besarnya potensi kontribusi Papua Tengah dalam perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: