Skywalk Cihampelas, Destinasi Wisata Ikonik yang Pamornya Mengelupas

Klikhijau.com - Mumpung sedang berada di Bandung, saya menyempatkan diri mengunjungi salah satu ikonnya. Ini  pertama kali saya menginjakkan kaki di kota kembang. Di sela kegiatan kedinasan. Ada se...

Skywalk Cihampelas, Destinasi Wisata Ikonik yang Pamornya Mengelupas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Mumpung sedang berada di Bandung, saya menyempatkan diri mengunjungi salah satu ikonnya. Ini  pertama kali saya menginjakkan kaki di kota kembang.

Di sela kegiatan kedinasan. Ada sesuatu yang unik. Itu membuat saya penasaran. Ada sebuah jembatan layang tepat di atas Jalan Cihampelas. Tidak jauh dari hotel tempat saya menginap pada 29 Agustus 2025 lalu.

Usai sarapan pagi, saya ingin membakar lemak dengan berjalan kaki dan menaiki tangga menuju jembatan tersebut. Dari bawah, konstruksinya tampak menjanjikan, unik, modern, dan terlihat seperti ruang publik yang semestinya nyaman untuk berjalan kaki atau sekadar menikmati suasana kota.

Sesampainya di atas, saya bertanya kepada seorang petugas kebersihan yang sedang menyapu dedaunan yang berjatuhan. Saya juga menanyakan nama tempat yang saya pijaki itu.  Dengan ramah, petugas itu menjawab, namanya Skywalk Cihampelas, yang lebih dikenal warga sebagai Teras Cihampelas.

Saya cukup terkejut dan sedikit takjub mendengar namanya.

Ternyata, Teras Cihampelas dibangun pada tahun 2017 sebagai salah satu upaya inovatif Pemerintah Kota Bandung di masa kepemimpinan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial. Tujuannya mulia, untuk mengurai kesemrawutnya ibukota.

Salah satu tujuan Teras Cihampelas adalah untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang dahulu memadati trotoar sepanjang Jalan Cihampelas, serta menciptakan ruang publik yang nyaman, aman bagi warga, dan wisatawan.

Pernah jadi primadona

Di awal peresmiannya, tempat itu memang sempat menjadi primadona baru di Kota Bandung. Warga datang untuk berolahraga, bersantai, berfoto, berpacaran atau sekadar menikmati senja dari ketinggian.

Namun, kenyataannya hari di mana saya mengunjunginya cukup memprihatinkan. Skywalk yang dulu semarak kini tampak kotor, kumuh, sepi, dan kurang terurus.

Beberapa bangunan kios terlihat kosong. Cat-cat mulai mengelupas, tanaman tidak tertata, dan minim aktivitas pengunjung. Padahal, proyek ini konon menelan biaya hingga Rp 48 miliar dari anggaran daerah.

Miris rasanya melihat potensi besar sebuah ruang publik terbuang sia-sia. Alih-alih menjadi destinasi wisata unggulan, Teras Cihampelas kini justru seperti ruang mati yang kehilangan pamornya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2