Kaum Muda Lintas Iman Kota Bandung Perkuat Kapasitas Jurnalisme, Suarakan Keadilan Iklim

Klikhijau.com โ€“ Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan BandungBergerak menyelenggarakan Workshop Jurnalisme Pemuda Lintas Iman tentang Keadilan Iklim sebagai bagian dari rangkaian program SMILE...

Kaum Muda Lintas Iman Kota Bandung Perkuat Kapasitas Jurnalisme, Suarakan Keadilan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan BandungBergerak menyelenggarakan Workshop Jurnalisme Pemuda Lintas Iman tentang Keadilan Iklim sebagai bagian dari rangkaian program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism).

Workshop ini fokus pada isu โ€œBandung Lautan Sampahโ€, sebagai cerminan nyata krisis iklim dan ketidakadilan lingkungan yang tengah dihadapi masyarakat urban.

Krisis iklim bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga krisis moral dan keadilan yang menuntut solidaritas lintas iman. Pemuda memiliki potensi besar untuk menyuarakan isu-isu ini melalui jurnalisme yang empatik, mendorong kepemimpinan lintas iman, dan mewujudkan perubahan berkelanjutan yang dikawal oleh literasi dan karya nyata.

Workshop ini diawali dengan pembukaan pendaftaran dan seleksi beasiswa liputan pada 21 Mei โ€“ 7 Juni 2025. Sebanyak 16 peserta terpilih telah diumumkan pada 11 Juni 2025, terdiri dari 8 laki-laki dan 8 perempuan dengan latar belakang agama dan organisasi kepemudaan yang beragam di Kota Bandung.

Hari ini, 12 Juni 2025, workshop perdana resmi digelar secara daring, dengan menghadirkan narasumber Parid Ridwanuddin dari GreenFaith Indonesia, yang menyampaikan materi bertema โ€œMerajut Harmoni, Menyelamatkan Bumi: Peran Pemuda Lintas Iman dalam Krisis Iklim.โ€

โ€œKita punya gerakan besar yang menjadi modal penting mendorong perubahan. Kita juga punya dukungan publik yang semakin kuat. Saat ini, dukungan terhadap gerakan lingkungan relatif lebih luas, dan hal itu harus kita manfaatkan untuk mendukung perubahan nyata,โ€ ujar Parid. Ia juga menekankan pentingnya keresahan generasi muda sebagai titik awal dari perubahan, โ€œGenerasi muda, khususnya usia 0โ€“40 tahun, menurut riset UNDP, adalah kelompok yang paling resah terhadap krisis iklim. Rasa resah ini penting sebagai bahan bakar untuk bergerak.โ€

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: