Siswa SMA Islam Athirah Komitmen Tumbuhkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Para siswa kelas X SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar berkomitmen menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di sekolah maupun di lingkungan sosialnya. Intensi ini dihaturkan bersa...

Siswa SMA Islam Athirah Komitmen Tumbuhkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Para siswa kelas X SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar berkomitmen menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di sekolah maupun di lingkungan sosialnya.

Intensi ini dihaturkan bersama-sama di sela diskusi bertajuk “Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Ubah Sampah Menjadi Faedah” yang digelar di Mushollah sekolah, Senin (7/11).

Diskusi ini merupakan bagian dari tahapan Projek penguatan profil Pancasila sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar. Tema lingkungan dipilih karena memang sangat relevan dengan konteks permasalahan kekinian.

Diskusi yang dihadiri sekira 150 siswa dari enam kelas ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Islam Athirah, H M Ridwan Karim. Dalam sambutannya, H M Ridwan menekankan pentingnya kesadaran lingkungan bagi generasi Z karena merekalah yang akan lebih lama menempati planet bumi dalam beberapa tahun ke depan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan awal bagi para siswa terkait masalah persampahan dan bagaimana mengambil peran dalam penanganan sampah. Para siswa harus memiliki karakter kuat dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Hadir sebagai pemantik diskusi adalah Anis Kurniawan (Direktur Klikhijau.com). Anis memaparkan peta situasi persampahan secara global dan potret perilaku masyarakat Indonesia dalam menangani sampah.

“Indonesia menjadi negara kedua di dunia dengan timbulan sampah terbanyak setelah China. Kabar buruknya adalah ada sekira 3,2 juta ton sampah plastik yang terbuang ke lautan dan saat ini mengancam biota laut,” tuturnya.

Bila ditelisik lebih jauh, kata Anis, ada mental model dalam masyarakat yang belum melihat sampah sebagai tanggungjawab bersama.

“Masih banyak orang yang menganggap bahwa sampah itu urusan pemerintah melalui petugas kebersihan. Jadi, dorongan untuk mengelola sampah sangat minim. Sebagian dari kita bahkan menganggap sampah sebagai momok yang tidak ada nilainya,” tegasnya.

Padahal kata Anis, bila dikelola dengan baik, ada potensi ekonomi yang sangat besar dari sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2