Menerapkan 5 Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anti Mainstream

oleh -103 kali dilihat
Eco Enzyme, Cairan Ajaib Hasil Fermentasi Sampah Organik yang Multiguna
Eco enzyme-Foto/blog.sayurbox.com

Klikhijau.com – Gaya hidup ramah lingkungan ada mainstream atau lumrah. Ada juga yang anti mainstream atau yang belum banyak dilakukan.

Umumnya yang telah dilakukan banyak orang, daya tantangannya dan juga daya tariknya agak memudar.

Karenanya, dibutuhkan gaya hidup ramah lingkungan yang anti mainstream. Dengan begitu, akan ada daya tarik dan rasa penasaran yang menggelombang dalam diri.

Salah satu hal mendesak dalam penerapan gaya hidup ramah lingkungan adalah masalah sampah. Persoalan sampah masih tetap jadi polemik, termasuk di Indonesia. Bahkan di negara ini pada tahun 2021 jumlah sampah mencapai 1731.32 ton.

KLIK INI:  Jangan Buang Tisu Basah ke Lubang Toilet! Ini Dampaknya

Sampah-sampah itu didominasi oleh sampah rumah tangga, yakni sebesar 42 persen. Grafik sampah rumah tangga ini terus menanjak setiap tahun.

  • Membuat Eco-enzyme

Eco-enzyme adalah hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah-buahan dan sayuran yang difermentasikan menggunakan bahan sederhana: air dan gula.

Proses fermentasi eco-enzyme memakan waktu 3 hingga 6 bulan saja. Eco-enzym bisa kita gunakan untuk cairan pembersih sehari-hari, pupuk, maupun pengusir hama.

Meskipun tidak sepopuler pengomposan, jangan salah sebab eco-enzyme juga memiliki banyak manfaat. Karena cukup ekonomis, bahan-bahannya tersedia mudah didapat karena di rumah dan tidak mahal.

Eco-enzyme  juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan pertanian hanya dengan modal kecil.

Manfaat lain dari eco-enzim adalah dapat memurnikan air yang tercemar. Metode juga ini memiliki dampak yang kuat dalam mengurangi polusi gas metana dari penumpukan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik.

Jika Anda ingin mencoba membuatnya, caranya mudah sekali. Cukup siapkan saja bahan dan alat pembuatannya, seperti kulit buah dan sayur, air, gula, dan wadah plastik yang bisa ditutup rapat. Lalu, masukkan seluruh bahan tersebut ke dalam wadah.

Aduk seluruh bahan hingga tercampur merata. Setelah itu tunggu 3 hingga 6 bulan untuk masa fermentasi. Jangan lupa untuk mengaduk dan membuka tutup wadah setiap hari selama bulan pertama.

Jadi, jika kebanyakan mengolah sampah organiknya menjadi kompos, kamu bisa mencoba membuat eco-enzyme yang anti mainstream.

KLIK INI:  5 Trik Jitu Membeli Tanaman Hias, Jangan Asal Tergoda dengan yang Kinclong!
  • Decluttering

Decluttering merupakan cara efektif untuk mencegah timbulnya sampah di rumah kita. Cara ini adalah aktivitas yang kita lakukan untuk memilah barang-barang yang bernilai agar kita bisa memulai hidup minimalis.

Marie Kondo adalah metode decluttering yang paling terkenal. Cara ini efektif untuk mencegah sampah di rumah kita.

Pada dasarnya kegiatan ini mengajarkan untuk mengkonsumsi suatu barang dengan lebih bijak. Sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan.

Merapikan juga baik untuk kesehatan mental, karena mengurangi stres dan memiliki efek relaksasi jika dilakukan dengan sukses.

Untuk bereksperimen dengan decluttering, Anda bisa mulai dengan mengidentifikasi area dan jadwal yang ingin Anda decluttering.

Setelah itu, mulailah menata barang untuk disimpan, didaur ulang, disumbangkan, dijual, dan dibuang. Barang-barang yang sudah dikategorikan tetapi masih akan disimpan kemudian disusun menurut kategorinya.

Decluttering punya banyak manfaat dalam kehidupan ini. Karena efektif untuk mengurangi sampah.

Melalui metode ini kita dapat mencegah mengonsumsi barang secara berlebihan. Barang yang tidak terpakai akan diusahakan untuk di daur ulang, alih fungsi, dijual, maupun didonasikan agar tidak serta merta menjadi sampah.

KLIK INI:  Inilah Tiga Bahan Bangunan yang Memenuhi Standar Ramah Lingkungan 
  • Belanja di bulk store

Bulk store atau toko curah dapat membantu dalam mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai. Dengan  membiasakan diri berbelanja di bulk store, secara otomatis bisa membantu menyelamatkan bumi.

Ada beragam manfaat berbelanja di bulk store, tidak hanya mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai.

Namun, kita juga bisa belajar untuk menakar kebutuhan akan suatu barang agar yang kita beli tidak berlebih, tersisa, dan terbuang. Cara ini bisa diterapkan karena barang yang disediakan dibeli dengan sistem isi ulang yang disesuaikan dengan selera.

Jika ingin berbelanja di bulk store ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar konsumsi mu efektif dan efisien.

  • Harus mengenali kebutuhan konsumsi dari barang-barang yang  dibeli.
  • Buat daftar belanja agar tidak lupa kebutuhan yang perlu  dibeli dan mengurangi belanja kompulsif.
  • Siapkan wadah penyimpanan yang bisa dipakai lagi dan tas belanja sendiri.
  • Pastikan  membeli barang kebutuhan sesuai daftar belanja
  • Ulangi kebiasaan ini sampai  jadi pelanggan setia bulk store.
  • Ajak teman atau keluarga untuk berbelanja di bulk store.

Di bulk store kita juga bisa membiasakan diri dengan barang-barang organik yang ramah lingkungan seperti sabun dan sikat gigi organik.

Satu lagi, kita juga bisa membiasakan diri untuk selalu membawa wadah dan tas sendiri saat berbelanja. Tentunya bagi lingkungan, toko curah juga memiliki keuntungan tersendiri. Kehadiran toko curah dapat mengedukasi masyarakat untuk mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan.

KLIK INI:  Kurangi Pencemaran Udara, KLHK Perkenalkan Konsep dan Manfaat Eco Driving
  • Menggunakan pengganti bubble wrap

Saat ini, selain bubble wrap, ada beragam pilihan kemasan yang bisa dipilih. Kain perca atau pakaian bekas di rumah bisa digunakan untuk melindungi isi paket dari guncangan.

Di rumah, Anda juga bisa menggunakan wadah telur bekas sebagai pengganti bubble wrap. Kelapa memiliki beragam manfaat di dalamnya, dan batok kelapa juga bisa digunakan untuk melindungi isi bungkusnya. Untuk inovasi terbaru, Anda bisa menggunakan tepung maizena untuk membungkus bungkusnya.

Tepung jagung terbuat dari jagung yang memiliki tekstur plastik. Tepung maizena hadir dalam bentuk kapsul putih kecil yang dapat Anda susun dalam kotak untuk mencegah isi kemasannya terbentur.

Selain itu, kardus bekas juga bisa digunakan untuk pengemasan dan pengiriman. Ini mengurangi limbah kardus di rumah dan menghemat biaya melalui penggunaan kembali, karena kardus baru tidak perlu dibeli.

  • Menghabiskan makanan

Sampah sisa makanan juga jadi masalah serius. Penyebabnya karena banyak orang yang tidak menghabiskan makanannya.

Ketika banyak orang yang berperilaku demikian. Kamu bisa melakukan sebaliknya, caranya dengan menghabiskan makananmu. Hal itu dapat menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

KLIK INI:  Barang Bekas dan Sederet Ide Memanfaatkannya agar Lebih Bernilai