Sintrong, Liar dan Meresahkan tapi Menyimpan Banyak Manfaat

Klikhijau.com – “Untuk apa?” Tanya Asbar ketika saya memotret rumput liar di pinggir lapangan speak bola Desa Kindang. Saya tak menjawab pertanyaannya, hanya tersenyum saja sambil mencari tahu apa nam...

Sintrong, Liar dan Meresahkan tapi Menyimpan Banyak Manfaat
Bacakan Artikel

Selain itu, juga diyakini dapat  mengobati berbagai macam penyakit, seperti gangguan pencernaan, mengobati luka, sakit kepala, sakit perut, antidiabetes, antelmentik, antiinflamasi,  dan antimalaria (Adjatin et al, 2013).

Hidayat dan Napitupulu, (2015) mengungkapkan sintrong memiliki kandungan minyak atsiri, selain itu juga mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (Kusdianti, 2008).

[irp]

Hasil penelitian Lestari et al., (2015) menemukan ekstrak etanol daun sintrong memiliki kadar total senyawa fenolik sebanyak 1,8581 g GAE/100 g ekstrak.

Hasil ekstrak daun tanaman ini  diketahui berpotensi untuk menekan pertumbuhan mikroba. Menurut Elsie, (2010) hasil ekstraknya yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antibakteri pada Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Escherichia coli, Vibrio cholera dan antijamur.

Sedangkan menurut penelitian Anggraeni, (2017) ekstrak etanol daun tumbuhan ini dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aerugenusae.

Sementara itu, Siti Maimunah dkk (2020) mengungkapkan kegunaan tumbuhan ini sebagai bahan obat tradisional seperti mengatasi sakit kepala, gangguan perut, sakit kepala, dan luka bekas bisul. Pemanfaatan tersebut biasa biasa dilakukan oleh masyarakat Medan.

Sedangkan di Afrika, daun tumbuhan ini tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gatal-gatal, gangguan perut,  sakit kepala, dan luka (Grubben dan Denton, 2004).

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: