Serunya Pelesiran dan Bersua dengan Katak Pohon Endemik

Klikhijau.com - Pagi itu, awal bulan Maret 2025. Saya bertandang ke Bantimurung bersama bocah lelaki, si bungsu yang berusia 4 tahun. Dia bosan hanya bermain di dalam ruangan, karena itu saya mengajak...

Serunya Pelesiran dan Bersua dengan Katak Pohon Endemik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pagi itu, awal bulan Maret 2025. Saya bertandang ke Bantimurung bersama bocah lelaki, si bungsu yang berusia 4 tahun. Dia bosan hanya bermain di dalam ruangan, karena itu saya mengajaknya pelesiran. Sepertinya dia ketagihan bermain di area terbuka. Maklum pekan sebelumnya saya juga mengajaknya.

Kali ini saya mengajaknya menikmati ke air terjun Bantimurung. Sekitar pukul 08:00 Wita, kami sudah di kompleks air terjun. Hari itu nampak sepi. Bahkan petugas penjaga pun masih satu dua orang. Hanya ada dua orang petugas sedang menghalau sampah organik dan non organik di sekitar kawasan wisata.

Dua tiga kupu-kupu nampak asyik menikmati mineral di lantai yang basah. Saya sempat mengabadikannya dengan telepon genggam. Namun kehadiran si bocah lelaki membuat si kupu enggan berlama-lama mengisap mineral. Karena itu saya melewatinya.

Begitu tiba di air terjun, nampak air tumpah ruah. Hujan semalam membuat badan sungai hampir penuh. Begitu pun dengan air terjun, mengalir begitu deras. Dari kejauhan percikannya nampak begitu melimpah. Karena itu membuat kami tak bisa berlama-lama di sekitarnya. Kami akhirnya menjauhi air terjun.

[irp]

Nampak di sisi kanan air terjun sebatang pohon ambruk. Barangkali karena angin kencang. Saya kemudian mendekatinya. Saya melihat sebatang anggrek. Saya pun kemudian mengunduhnya. Menyelamatkannya, dengan memindahkannya. Mencari pokok kayu sebagai tempat bertenggernya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: