Seruan Kritis Komunitas Agama agar Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Klikhijau.com - Dua minggu sebelum COP26, masjid terbesar di Indonesia dan ribuan generasi muda Muslim berpartisipasi dalam aksi lintas-agama akar rumput global, mendesak diakhirinya pengembangan batu...

Seruan Kritis Komunitas Agama agar Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim
Bacakan Artikel

โ€œKaum muda beragama di Indonesia menyerukan agar para pemimpin dunia yang akan bernegosiasi di COP 26 nanti untuk segera mengakhiri era bahan bakar fosil dan deforestasi serta mempercepat Global Green Deal yang akan memastikan ketersediaan energi bersih dan lapangan kerja ramah lingkungan untuk membantu pemulihan kita dari pandemi COVID. Ini adalah masalah eksistensial bagi generasi kami. Tanggung jawab moral tidak bisa lebih jelas.โ€

Aksi di Jakarta itu dibarengi dengan aksi di ratusan para pelajar Muhammadiyah di 9 provinsi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) akanย  pentingnya menghentikan pembangunan batu bara dan deforestasi.

Di Yogyakarta, pemuda Muhammadiyah melakukan program pendidikan dan penandatanganan petisi menentang pembangkit listrik batubara baru dan deforestasi serta membela hak-hak masyarakat adat.

Sebuah komunitas literasi (RBK) melakukan jalan keadilan iklim di pusat kota Yogyakarta dengan pertunjukan seni yang mengekspresikan protes damai terhadap deforestasi besar-besaran dan aktivitas penambangan batu bara.

[irp]

Di Riau, Sumatera, para pemuka agama menulis surat terbuka yang menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk menjaga hutan dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana, terutama di Suaka Margasatwa Rimbang Baling sebagai wilayah terakhir yang tersisa dari harimau Sumatera, di antara mamalia yang paling terancam punah di Bumi.

Di kota New York, aktivis pemuda-pemudi Yahudi dan aliansi lintas agama memblokade pintu masuk ke markas BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, yang menginvestasikan miliaran dolar dalam proyek minyak, gas, dan deforestasi.

Di Inggris Raya, tuan rumah COP 26 mendatang, sebuah kelompok lintas agama berbaris di depan kediaman Perdana Menteri di 10 Downing Street di London dan mengajukan tuntutan dan petisi keagamaan, dan kemudian memproyeksikan tuntutan iklim ke Gedung Parlemen.

Gereja-gereja di seluruh Inggris menggantung spanduk yang menyerukan pemerintahnya untuk mengakhiri proyek bahan bakar fosil baru dan memberikan dukungan keuangan yang murah hati untuk negara-negara yang rentan terhadap iklim.

Para pemimpin agama di Australia mengadakan kebaktian dan berdoa bersama umat berbagai agama di luar kantor lokal Perdana Menteri Scott Morrison, membentangkan spanduk besar yang bertuliskan, โ€œScott Morrison: Lindungi Ciptaan Tuhan - Aksi Iklim yang Berani Sebelum 2030.โ€

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: