Seruan Kritis Komunitas Agama agar Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Klikhijau.com - Dua minggu sebelum COP26, masjid terbesar di Indonesia dan ribuan generasi muda Muslim berpartisipasi dalam aksi lintas-agama akar rumput global, mendesak diakhirinya pengembangan batu...

Seruan Kritis Komunitas Agama agar Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim
Bacakan Artikel

Demikian pula mengenai perlunya dukungan untuk kaum migran korban dari krisis iklim; serta dibutuh mekanisme reparation (ganti-rugi) dari negara-negara bekas penjajah serta berbagai industri yang bertanggung jawab atas bagian terbesar dari emisi gas rumah kaca dalam sejarah dunia. Lebih dari 200 pemuka agama tingkat tinggi dan 50 kelompok/institusi keagamaan yang mewakili lebih dari 50 juta anggota telah menandatangani tuntutan ini.

Sampai hari ini lebih dari 420 aksi yang telah terdaftar untuk dilaksanakan lebih dari 43 negara di dunia.

[irp]

Di Jakarta, 17 Oktober 2021, di dekat pusat pemerintahan, di depan Masjid Istiqlal dan Gereja Katolik Katedral sejumlah perwakilan dari umat Muslim dan Katolik membentangkan spanduk yang menyuarakan Stop Merusak Ciptaan Tuhan, pentingnya Pendidikan Lingkungan untuk Anak demi menyelamatkan masa depan, dihentikannya penggunaan batu bara, dan penyelamatan hutan.

Dari kawasan tersebut mereka melakukan aksi yang sama di Gereja Katolik Santa Theresia dan Kantor Pusat PP Muhammadiyah.

โ€œMerusak dan tidak menjaga lingkungan adalah perbuatan haram, karena itu yang menimbulkan madhorot/keburukan tiada bertepi serta merusak masa depan generasi yang akan datang. Beragama harus direfleksikan dalam tindakan tidak merusak dan menjaga lingkungan, karena hal itu tidak dilakukan, kita telah abai pada nilai keagamaan kita. Menjaga dan memelihara lingkungan adalah jihad yang muliaโ€ ujar Hening Parlan, Kepala Divisi Lingkungan Hidup, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat โ€˜Aisyiyah yang sekaligus founding partnerย  GreenFaith International-Asia.

Sementara, Brigitta Isworo fellow GreenFaith International mengatakan, โ€œKita lupa bahwa kita sendiri dibentuk dari debu tanah (Kejadian 2:7), tubuh kita tersusun dari partikel-partikel bumi, serta kita menghirup udaranya serta dihidupkan dan disegarkan oleh airnya.โ€ โ€œMerusak bumi dan lingkungan sama dengan merusak kehidupan yang diberikan oleh Tuhan,โ€ tambahnya.

โ€œAgama kita mengajarkan kita untuk menjaga bumi sebagai tempat beribadah bagi semua orang,โ€ kata Nashir Efendi, Ketua Nasional Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). โ€œNamun pemerintah, lembaga keuangan, dan perusahaan besar justru menghancurkan masa depan kami. Maka ini harus dihentikan.โ€

[irp]

โ€œBumi diciptakanย  dalam keseimbangan yang sakral, namun selama ini penggunaan bahan bakar fosil serta deforestasi telah merusaknya,โ€ kata David Efendi, anggota Presidium Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) dan merupakan penyelenggara utama di Rumah Baca Komunitas (RBK) yaitu pusat literasi masyarakat di Yogyakarta.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: