Ali Topan, Pejuang Bank Sampah dari Kabupaten Pinrang yang Tanpa Kata Menyerah

Klikhijau.com - Ali Topan (36) adalah seorang difabel yang gigih berjuang memerangi kepungan sampah di daerahnya, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika bertemu dan berdiskusi panjang...

Ali Topan, Pejuang Bank Sampah dari Kabupaten Pinrang yang Tanpa Kata Menyerah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Ali Topan (36) adalah seorang difabel yang gigih berjuang memerangi kepungan sampah di daerahnya, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Ketika bertemu dan berdiskusi panjang lebar di Kota Pinrang, sorot mata Ali memancarkan aura pengabdian dan kerja keras. Kata-kata yang dilontarkan dari bibirnya penuh semangat, seolah memberi pesan betapa pengabdian pada apa pun memerlukan keberanian dan cinta.

Sehari-hari, Ali mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang. Namun, di sela-sela jam kerjanya, Ali lebih dikenal sebagai Pegiat Bank sampah yang sangat aktif melakukan advokasi dan mentoring di komunitasnya. Di samping itu, Ali juga terlibat di sejumlah organisasi sosial seperti di Karang Taruna, KNPI, Pramuka, hingga sebagai jurnalis.

Semua aktivitasnya ini membuatnya lebih banyak wara-wiri di lapangan. Padahal, jarak tempuh kedua kakinya sudah tak seperti di masa-masa mudanya. Ia kini harus berjalan dengan tongkat empat kaki.

โ€œKalau tidak pakai tongkat, tidak bisa jalan karena cuma lutut kiri yang bisa menopang yang kanan. Bagian lutut saya ke bawah tidak berfungsi kak,โ€ cerita Ali menjelaskan keadaannya.

[irp]

Tragedi di ketinggian 15 meter

Setengah dari bagian tubuhnya mengalami masalah serius akibat insiden yang dialami pada tahun 2015 silam. Sebuah kecelakaan kerja merenggut separuh dari kekuatan hidupnya. Alumni SMA 1 Pinrang ini sempat terjatuh di ketinggian 15 meter di tumpah besi tower komunikasi. Akibat kejadian ini, Ali sempat mendekam sakit dan tak beraktivitas selama satu tahun.

Meski demikian, Ali tak mau terperosok terlalu dalam pada tragedi yang pernah membuat nyawanya hampir melayang. Ali mencoba bertahan dengan dirinya yang sekarang dengan semangatnya yang seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Keterbatasan bahkan sakit bukan halangan bila semangat juang dalam hati demikian menggelorah, begitulah Ali.

โ€œIntinya bersyukur kak, inilah jalan terbaik yang sudah tuhan gariskan ke saya,โ€ kata Ali meresapi nasibnya.

Setehun setelah kejadian itu, Ali kembali beraktivitas. Posisinya sebagai tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang tetap dijalani. โ€œKegiatan di kantor saat piket itu saya stay di bagian komunikasi,โ€ katanya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: