Seperempat Abad MPA Trisula UNM: Merawat Jejak Rimba, Meneguhkan Komitmen Lestari

Klikhijau.com - Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Trisula Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM) merayakan Milad ke-25 di Aula Sidrap Centre, Makassar, Kamis (12/2/2026) ma...

Seperempat Abad MPA Trisula UNM: Merawat Jejak Rimba, Meneguhkan Komitmen Lestari
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Trisula Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM) merayakan Milad ke-25 di Aula Sidrap Centre, Makassar, Kamis (12/2/2026) malam. Pertemuan lintas generasi ini digelar untuk mempererat silaturahmi antaranggota dan alumni rimbawan Trisula.

Momen bertajuk “Seperempat Abad Jejak Rimba: Abadi dalam Bakti, Lestari dalam Aksi” ini bukan sekadar seremoni angka.

Ia adalah ruang refleksi panjang tentang bagaimana sebuah organisasi pecinta alam bertahan di tengah perubahan zaman, sembari tetap menjaga denyut nadi pelestarian lingkungan.

Menjaga Api Idealisme

Panggung sederhana dengan latar bertuliskan "Musyawarah Anggota & Milad XXV" menjadi saksi bisu pertemuan lintas generasi. Di sana, para pendiri yang memancangkan tonggak organisasi pada tahun 2001 duduk berdampingan dengan anggota muda. Pemandangan ini menyimbolkan kesinambungan nilai yang tak terputus.

[irp]

Ketua Panitia, Gandaria, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang ini. Baginya, angka 25 tahun adalah bukti ketangguhan.

“Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi ruang silaturahmi, refleksi, dan konsolidasi agar Trisula tetap kokoh dalam pengabdian dan aksi nyata,” ungkapnya penuh haru.

Senada dengan itu, Ketua MPA Trisula, Barito, menegaskan bahwa tema yang diusung merupakan komitmen ideologis. Seperempat abad, menurutnya, adalah proses belajar untuk tetap setia pada nilai dasar: solidaritas, loyalitas, dan kecintaan pada semesta.

“Trisula harus tetap menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus pelopor aksi-aksi pelestarian lingkungan. Salam Lestari harus tetap menggema dalam setiap langkah pengabdian kita,” tegas Barito.

Salah satu Dewan Pendiri, Faisal, S.Pd., memberikan wejangan reflektif yang menyentuh sanubari para anggota muda. Ia mengenang bagaimana Trisula lahir dari keterbatasan namun kaya akan idealisme.

“Dulu kami memulai dengan semangat dan tekad, tanpa fasilitas yang memadai. Tapi kami punya keyakinan bahwa organisasi ini akan besar jika dijaga dengan hati. Jangan pernah tinggalkan nilai dasar Trisula,” pesan Faisal.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2