Selain Inovasi Teknologi, Inovasi Sosial juga Penting Atasi Krisis Iklim

Klikhijau.com - Baru-baru ini, aksi massal untuk perubahan iklim telah mencapai babak baru. Ribuan pelajar bolos sekolah dan melakukan gerakan bernama Extinction Rebellion (pemberontakan kepunahan)....

Selain Inovasi Teknologi, Inovasi Sosial juga Penting Atasi Krisis Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Baru-baru ini, aksi massal untuk perubahan iklim telah mencapai babak baru. Ribuan pelajar bolos sekolah dan melakukan gerakan bernama Extinction Rebellion (pemberontakan kepunahan).

Gerakan ini tentu bisa menjadi salah satu kunci untuk menciptakan masa depan tanpa emisi karbon. Dengan bantuan inovasi sosial, ide-ide baru yang selaras dengan kebutuhan sosial bisa berkembang.

Terakhir kali isu perubahan iklim menjadi sangat penting adalah saat Kyoto tahun 1997. Lalu, isu itu muncul kembali dalam perbincangan pada pertengahan tahun 2000.

Sebagian besar penekanan adalah pada target penurunan emisi dan perjanjian di satu sisi. Serta dana untuk penelitian bagi teknologi ramah lingkungan pada sisi lainnya.

[irp posts="6623" name="Bencana Karena Krisis Iklim Terjadi Setiap Pekan, Ini Imbauan PBB!"]

Kini, mulai ada pemahaman lebih baik bahwa untuk melakukan perubahan, keseluruhan tindakan tersebut harus digabungkan dengan inovasi sosial. Melakukan pendekatan dari bawah-ke-atas (bottom-up).

Alasannya, penurunan emisi karbon juga bergantung pada perubahan norma dan perilaku sosial, bukan hanya teknologi. Misalnya pemilihan makanan lokal atau pengurangan fast fashion.

Alasan lain, untuk menunjukkan kepada para skeptis perubahan iklim bahwa kenaikan harga bensin atau menyusutnya industri ekstraktif seperti penambangan batubara tidak sepenuhnya akan merugikan manusia.

Sebaliknya, ekonomi rendah emisi karbon bisa membuka peluang pekerjaan, misalnya dalam bidang perbaikan atau daur ulang limbah elektronik.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: