Santri Darul Arqam Deklarasi Peduli Hutan, Menyiapkan Generasi Pewaris Alam

Santri Darul Arqam Deklarasi Peduli Hutan, Menyiapkan Generasi Pewaris Alam
Santri Darul Arqam Deklarasi Peduli Hutan, Menyiapkan Generasi Pewaris Alam. - Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau
Bacakan Artikel

Sebab deklarasi selesai dibacakan dalam beberapa menit.

Bibit yang diserahkan membutuhkan waktu jauh lebih panjang.

Ia harus ditanam, disiram, dijaga, dan dirawat.

Begitu pula pengetahuan tentang hutan.

Ia harus terus dibicarakan agar tidak hilang setelah kegiatan selesai.

Generasi yang Akan Mewarisi Hutan

Tema Dari Hutan untuk Indonesia, membawa pembicaraan kembali kepada generasi muda.

Hutan menyediakan banyak hal bagi kehidupan Indonesia. Tetapi keberlangsungannya tidak dapat dipisahkan dari manusia yang hidup di sekitarnya dan generasi yang akan mengambil keputusan pada masa depan.

Santri yang hari ini duduk di ruang belajar kelak akan menjadi bagian dari masyarakat dengan pilihan dan kepentingannya masing-masing.

Sebagian mungkin menjadi rimbawan.

Sebagian mungkin menjadi guru, pengusaha, petani, pejabat, akademisi, profesional, atau bekerja di bidang yang sama sekali tidak berkaitan langsung dengan kehutanan.

Namun apa pun profesinya, keputusan mereka tetap dapat bersinggungan dengan lingkungan.

Karena itu, pendidikan mengenai hutan memiliki arti lebih luas daripada mencetak tenaga kehutanan.

Ia membentuk cara pandang.

Bahwa air tidak muncul begitu saja.

Bahwa tanah memiliki batas.

Bahwa pohon bukan sekadar penghias halaman.

Bahwa sampah yang dibuang hari ini memiliki tempat lain untuk menanggung akibatnya.

Dan bahwa alam bukan ruang kosong yang dapat digunakan tanpa batas.

Di Darul Arqam, pesan itu disampaikan melalui talkshow, profesi rimbawan, kuis, deklarasi, hingga 1.000 bibit.

Tetapi pekerjaan sesungguhnya baru dimulai setelah semua kegiatan selesai.

Jika deklarasi menjadi kebiasaan, bibit menjadi pohon, dan pengetahuan menjadi perilaku, maka pendidikan lingkungan memperoleh bentuk yang lebih nyata.

Di situlah pesantren memiliki ruang yang khas.

Menjaga alam dapat diajarkan sebagai pengetahuan. Ia dapat dibiasakan sebagai perilaku. Dan bagi generasi santri, ia dapat dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga ruang hidup bersama.

Deklarasi hari ini mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Tetapi jika benar-benar dirawat, pesannya dapat bertahan jauh lebih lama.

Seperti filosofi pohon yang baru ditanam, kecil ketika dimulai, tetapi masa depannya ditentukan oleh siapa yang bersedia merawatnya.

Pilih Halaman: