Rumput Laut, Tanaman Berkelanjutan yang Dapat Memerangi Perubahan Iklim

Klikhijau.com – Jika sahabat hijau pernah bergerak ke selatan dari arah Makassar. Tentu akan mudah menemukan rumput laut yang dijemur di pinggir jalan. Apalagi jika memasuki Kabupaten Jeneponto. Ba...

Rumput Laut, Tanaman Berkelanjutan yang Dapat Memerangi Perubahan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Jika sahabat hijau pernah bergerak ke selatan dari arah Makassar. Tentu akan mudah menemukan rumput laut yang dijemur di pinggir jalan. Apalagi jika memasuki Kabupaten Jeneponto.

Banyak masyarakat di kabupaten berjuluk Turatea itu menjadi pembudidaya rumput laut. Nah, rumput laut yang dijemur itu, akan memaksa sahabat hijau menemukannya. Karena memiliki aroma yang menyengat dan khas yang akan membuat kita menoleh memerhatikannya.

Melewati Jeneponto dan memasuki Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba, pemandangan rumput laut yang dijemur di pinggir jalan pun akan tersaji eksotis.

Tanaman yang masuk anggota kelompok vegetasi ini telah menjadi lahan mata pencaharian sebagian masyarakat ke tiga kabupaten bertetangga itu. Terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir.


Namanya juga rumput laut, maka budidayanya pun di laut—tidak bisa tumbuh di darat. Meski digolongkan ke dalam rumput, namun tanaman ini memiliki ragam manfaat, baik dari segi kesehatan, ekonomi, pangan hingga sebagai tameng dari perubahan iklim.

Dilansir dari Earth, ada sebuah studi baru yang dipimpin oleh Universitas Tufts. Studi tersebut menemukan bahwa budidaya rumput laut dapat membantu mengurangi kelaparan dan malnutrisi sekaligus memperlambat perubahan iklim.

Para ahli juga melaporkan bahwa memproduksi dan menjual rumput laut dapat meningkatkan pendapatan petani. Terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di wilayah pesisir Afrika dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Hal unik dari budidaya tanaman salah satu sumber daya hayati  ini adalah tidak memerlukan tanah, air tawar, atau pupuk kimia. Karena itu, budidaya ini merupakan alternatif yang jauh lebih berkelanjutan.

Membudidayakannya bisa menjadi sangat menguntungkan karena permintaan akan produk rumput laut cukup tinggi di pasaran. Apalagi tanaman yang sering disebut ganggang laut ini kaya akan nutrisi.

Tanaman yang juga sering dinamai gulma laut ini, sangat potensial sekali jadi bahan makanan dan mengubah arah pola makan yang lebih sehat di seluruh dunia.

“Salah satu masalah terbesar kerawanan pangan di LMICs adalah tidak terjangkaunya pola makan sehat,” kata penulis utama studi Patrick Webb, seorang profesor Ilmu Gizi di Tufts.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2