Retornous A La Nature!

Klikhijau.com - "Retornous a la nature!", Marilah kita kembali ke alam! Begitu Jean Jacques Rousseau pernah bersuara lantang Kepada peradaban Barat di abad 18. Entah sejak kapan bermula sebagian ki...

Retornous A La Nature!
Bacakan Artikel

Kemunculan jaman romantik mengisi ruang-ruang kosong manusia Barat yang dahaga mencari kedamaian. Mereka begitu lama ditinggal perasaan, feeling dan intuisinya sendiri. Terlalu lama mereka hidup dalam kalkulasi otak dan pencapaian tujuan hidup yang hanya diisi oleh kebendaan. Dunia akal sungguh membuat tumpul.

Upaya kembali ke alam justru dilakukan lebih dulu di Timur. Tidak dibutuhkan jaman romantik untuk melahirkan kaum herbalis. Di Timur yang tropik bertumbuhan obat-obat alami. Ia bisa menopang daya hidup manusia.  Dari Timur sampai ke Barat.

Di saat dunia gelisah terhadap pandemi covid-19 misalnya, memantik daya inovasi Irawan Paturusi di Makassar. Bahan-bahan alami diraciknya menjadi Jus C-19. Sama sekali tanpa campuran zat kimia.

Puluhan pasien positif covid-19 membuktikan dirinya bisa sembuh. Jus herbal itu rupanya membangun imunitas sambil bertempur melawan virus, terutama corona. Soal penguasa mau atau pun enggan meliriknya maka itu bukan hal esensial.

Bagi seorang Irawan, mencoba menyelamatkan sesama memang bukan wilayah bisnis. Tapi menyelamatkan orang banyak dalam jangka panjang juga membutuhkan nafas finansial.

Begitulah, obat-obat alami akhirnya harus mendapatkan konsumennya. Para penderita harus membayar untuk kesembuhan. Dan itu sah pula bagi jaman romantik di Barat. Penonton membeli tiket untuk kepuasan batin menonton orkestra dan teater.

***

Seorang sahabat di Bulukumba memperkenalkan kepada saya minuman kesehatan yang difermentasi dari sari bambu. Beberapa orang yang layak dipercaya mengakui khasiatnya. Sri Puswandi,  pemuda dari Desa Salassae itu bukan penemunya. Dia salah seorang yang meyakini pelestarian resep leluhur di kampungnya akan membuat sehat lebih banyak orang.

Semasa kecil sampai sekarang, orang-orang di kampung saya mencari buah kunrulu ketika ada seseorang terduga kena gejala tyfus. Dan memang akhirnya sangat jarang mereka mendatangi rumah sakit. Sakit perut dan mencret bisa sembuh dengan air remasan pucuk daun jambu. Sama sekali tidak berbentuk kapsul. Hanya dicampur secuil garam dapur.

Orang-orang tua dahulu biasanya segera mencari pohon  "tanging-tanging" ketika mendengar anaknya mengerang akibat sakit gigi.

Sakitnya benar-benar hilang setelah gigi kita diolesi getah pohon itu. Kita saja yang begitu kejam tidak merawat pohon itu. Giliran orang tua kita sakit gigi, anak-anaknya langsung melompat ke apotek membeli tablet pereda nyeri. Barangkali anak-anaknya tidak mengenal Jean Rousseau.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2