Retornous A La Nature!

Klikhijau.com - "Retornous a la nature!", Marilah kita kembali ke alam! Begitu Jean Jacques Rousseau pernah bersuara lantang Kepada peradaban Barat di abad 18. Entah sejak kapan bermula sebagian ki...

Retornous A La Nature!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - "Retornous a la nature!", Marilah kita kembali ke alam! Begitu Jean Jacques Rousseau pernah bersuara lantang Kepada peradaban Barat di abad 18.

Entah sejak kapan bermula sebagian kita mengakrabi rasa berbahagia turun-temurun dalam menginvasi kota-kota. Lebih separuh pada setiap generasi lahir di rumah sakit. Separuh lagi lainnya justru mati di rumah sakit.

Ternyata Rousseau tidak mengajak manusia Barat tinggal di hutan dan memakai baju dedaunan atau kulit hewan. Bahkan ia tidak mengajak kita untuk menjadi kaum nudis. Ia merayu kita untuk "Retornous a la nature!".

Jauh setelah jaman romantik berlalu. Benarkah ada gejala sebagian umat manusia mulai akrab dengan kalimat "back to nature" atau cuma sekadar jejak vandalisme di tembok kota? Benarkah mereka serius  kembali ke alam? Tanpa bertemu dengan zat kimia apa pun!

Kedengarannya serupa dongeng. Namun teori sekaligus praktik cara bertahan di alam liar kerap diajarkan di televisi dalam dua dekade terakhir.

Robinson Crusoe versi modern. Robinson Crusoe adalah satu-satunya penumpang yang selamat dari sebuah kapal yang ditenggelamkan badai. Crusoe terlempar dan terdampar di pulau tak bertuan. Crusoe pun kembali ke alam. Dia berhasil bertahan hidup bertahun-tahun. Suatu hari sebuah kapal lewat dan menyelamatkannya. Acara-acara survivor selalu berupaya mengulang kisah itu.

Satu-satunya alasan kita mencintai teknologi yaitu kemudahan yang ditimbulkannya. Hingga hal-hal sekecil-kecilnya. Mana ada barang di rumah kita yang tidak disentuh teknologi.

Peradaban kita menyepakati bahan-bahan penyembuh dari alam wajib diproses melalui teknologi. Toh kapsul dan tablet sangat kecil dan ringan. Benda-benda berbahan pengawet itu datang ke rumah kita setelah melewati tiga fase: rasio, empiri, dan teknologi.

Jaman romantik pernah berlangsung sebagai reaksi terhadap semua penggunaan rasio  dan empiri. Akal dan indera pengamatan yang digunakan berlebihan memang menumpulkan naluri kemanusiaan. Sejarah punya banyak catatan buruk terhadap peradaban Barat.

***

Maka jaman romantik adalah juga altar kelahiran seni dan sastra. Dari sana muncul Rousseau, Victor Hugo, Walter Scott, Keats, Shelley, dan Herder. Musik melahirkan Beethoven, Mozart, Schubert, Chopin, dan Bahms. Jaman itu pun menyentuh wilayah teologi dan filsafat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2