Ratusan Ekor Jalak Bali Kembali Berkicau Bebas di Habitat Alaminya

Klikhijau.com – Sebanyak 108 ekor jalak bali (Leuchopsar rothschildi) ke habitat alaminya. pelepasliaran itu dilakukan di tiga lokasi yaitu Pantai Karangsewu, Teluk Brumbun, dan dan Labuhan Lalang. Ke...

Ratusan Ekor Jalak Bali Kembali Berkicau Bebas di Habitat Alaminya
Bacakan Artikel

Pemerintah Indonesia dengan komitmennya untuk melestarikan keanekaragaman spesies dan genetik beserta eksositemnya. Kemudian menetapkan curik bali sebagai satwa dilindungi sekaligus menjadikan kawasan yang merupakan habitatnya sebagai Taman Nasional. Salah salah satu mandatnya untuk melindungi jalak bali atau curik bali.

Satwa endemik

Balai Taman Nasional Bali Barat yang mempunyai satwa endemik burung curik bali. Telah berhasil melaksanakan pemulihan populasinya melalui kegiatan pengembangbiakan baik di suaka satwa maupun penangkaran, dengan keaktifan dukungan para pihak.

Saat ini Curik Bali tidak hanya terpantau tersebar di kawasan TN. Bali Barat, namun juga dapat dijumpai dalam kelompok-kelompok yang menetap atau mencari makan dan bermain di area Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berbatasan langsung dengan kawasan TN. Bali Barat, juga di pekarangan rumah desa adat atau masyarakat sekitarnya.

[irp]

Sharing knowledge pelestarian curik Bali harus terus diinternalisasikan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang lebih luas lagi. Selain itu, peran program konservasi ex situ yang link to in situ untuk jenis-jenis burung dilindungi lainnya. Terutama yang endemik Indonesia juga harus menjadi perhatian untuk ditingkatkan.

Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat Agus Ngurah Krisna mengatakan sesuai dengan tema HKAN 2022 “Amertha Taksu Abhinaya” yang berarti memulihkan alam untuk masyarakat sejahtera. Maksudnya upaya-upaya konservasi telah banyak dilakukan namun perlu dukungan dari para pihak terutama kaum muda untuk ikut serta aktif.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: