Tawa Ceria Anak Pesisir Pantai Kalumeme di Tengah Abrasi

Klikhijau.com - Anak-anak nelayan di pesisir pantai dusun Gusunge, kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba sedang asyik bermain saat saya berkunjung ke sana. Mereka berlarian d...

Tawa Ceria Anak Pesisir Pantai Kalumeme di Tengah Abrasi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Anak-anak nelayan di pesisir pantai dusun Gusunge, kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba sedang asyik bermain saat saya berkunjung ke sana.

Mereka berlarian di bibir pantai. Berkejaran dengan ombak. Dan menikmati semilir angin laut. Tak sedikit pun terlihat mimik ketakutan di wajah mereka yang polos. Mereka asyik saja bermain.

Sedang orang tua mereka harus berpasrah dengan keadaan yang ada. Memutar otak untuk mendapat sumber penghasilan demi dapur agar bisa tetap mengepul. Warga yang tinggal di sana dominan memang bekerja sebagai nelayan.

Biasanya, saat cuaca masih dalam keadaan baik, para nelayan akan bersiaga mengarungi laut lepas. Menuju titik yang diyakini terdapat banyak ikan. Mereka hanya menggunakan perahu kecil yang berukuran 3-4 meter. Bergerak menggunakan mesin khusus. Bahan bakarnya solar, biasanya juga bensin.

Mereka akan melaut hingga berhari-hari. Bertahan hidup di laut lepas dengan bekal seadaanya dari rumah. Bekal yang dipersiapkan dengan penuh cinta oleh para istri atau orang tua mereka sebelum melaut. Lalu, jika mereka telah mendapat cukup ikan untuk dijual dan dikonsumsi bersama keluarga, maka mereka akan kembali pulang.

[irp]

Abrasi

Sejak seminggu lalu, perahu mereka nampak terparkir rapi di pinggir pantai. Beberapa nelayan memilih untuk mewarnai perahunya. Sembari terus berdoa agar cuaca bisa kembali membaik. Sebab laut adalah lahan mereka mengais rejeki.

Terjadi abrasi di pesisir pantai Kalumeme, bermula di 4 Februari 2021 lalu. Pasir pantai terkikis karena gelombang laut yang tingginya mencapai hingga 3 meter. Deburan ombak kini telah meraih rumah warga.

Kejadian itu tentulah berdampak pada perputaram ekonomi di sana. Para nelayan enggan melaut. Tak ada hasil tangkapan. Para istri pun mengeluh, sebab tak ada uang untuk membeli bahan makanan. Kalau pun ada, mereka harus terpaksa berhutang.

Selain itu, ada empat rumah warga yang rusak ringan. Rata-rata bangunan rumah di sana terbuat dari kayu dengan model panggung. Tiang rumahnya patah. Hingga tersisa beberapa saja yang bertahan menyanggah bangunan rumah.

Salah satu rumah yang terdampak malah harus diikat dengan tali agar tak roboh. Selain rumah warga, salah satu sekolah menengah kejuruan yang ada di kelurahan Kalumeme juga terdampak abrasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2