Studi Terbaru, Pulp Kopi dapat Dimanfaatkan untuk Konservasi Hutan

Klikhijau.com – Segala tentang kopi memang bermakna dan berfaedah, termasuk bagian yang kerap terbuang seperti pulp kopi. Sebagaimana kopi sebagai sebuah komoditi bahkan gaya hidup, filosofi kopi juga...

Studi Terbaru, Pulp Kopi dapat Dimanfaatkan untuk Konservasi Hutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Segala tentang kopi memang bermakna dan berfaedah, termasuk bagian yang kerap terbuang seperti pulp kopi. Sebagaimana kopi sebagai sebuah komoditi bahkan gaya hidup, filosofi kopi juga amatlah dalam.

Yah, kopi sebagai bisnis dan komunitas tak kalah menariknya jadi bahan obrolan. Kopi, bahkan selalu seksi dibahas dan dikuliti dan semua orang bisa ikutan nimbrung, tanpa batas-batas profesi, pendidikan atau status sosial.

Sekali lagi, kopi adalah cakrawala tak bertepi yang memang menggairahkan. Namun, kali ini kita akan bahas sisi lain dari kopi yakni bagian pulp-nya yang ternyata juga tak lepas dari manfaat.

Apa itu pulp kopi? Ini adalah daging buah yang kerap dibuang bebas untuk mendapatkan biji kopi dengan aroma khas. Lalu, diseruput!

Sebuah studi baru dari Universitas Hawaii dan ETZH-Zurch Swiss mengungkap bahwa bagian daging biji kopi ini juga bermanfaat. Apa sih manfaatnya?

Tentunya tidak untuk menghasilkan minuman tandingan dari kopi. Tapi, bisa jadi lebih spesial lagi yakni dapat dimanfaatkan untuk konservasi hutan.

Studi ini mengungkap satu fakta bahwa pulp kopi yang umumnya hanya jadi limbah dapat mempercepat pertumbuhan tanaman di hutan. Jadi, sebuah eksperimen dilakukan menunjukkan bahwa pada lahan yang ada pulp kopi, tumbuh 80% lebih cepat dibandingkan tanpa pulp kopi yang hanya 20%.

Pulp kopi kaya akan nutrisi dan diperlukan tanaman. Studi ini mengungkap bahwa pulp kopi dapat dipakai untuk merestorasi area hutan.

Hasil riset

Dikutip dari Intelligentliving, pada 2018, para ahli lagi-lagi ber-eksperimen dengan menebar pulp kopi dari 30 truk untuk yang menutupi lahan tanam ulang setinggi 50 cm di selatan Kosta Rika.

Ini diujicobakan di atas lahan seluas 35 m x 40 m dan sebagai perbandingan, ada lahan dengan ukuran sama tanpa pulp kopi. Setelah dua tahun pasca penebaran pulp, para peneliti kemudian melihat perubahan yang terjadi pada sampel tanah, spesies mahluk dalam tanah dan merekan detail perkembangan tutupan lahan dengan drone.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2