Tak Ada Sesiapa di Perut Ikan

Pepohonan Hilang di Mata   Kau datang berteriak Di belakangmu kata-kata lengang tak bergerak Kau membuang jubahmu ke tanah kering gersang Kau telah lama hidup dan tersesat di rimba kota....

Tak Ada Sesiapa di Perut Ikan
Bacakan Artikel

Pepohonan Hilang di Mata

 

Kau datang berteriak
Di belakangmu kata-kata lengang tak bergerak

Kau membuang jubahmu ke tanah kering gersang
Kau telah lama hidup dan tersesat di rimba kota.
Polusi udara menghuni kepala dan hatimu
Dan kau menyakini telah hidup sekian abad untuk
Menghidupi mimpi-mimpi
Nyatanya, kehidupan tak benar-benar memberimu seorang anak,
maupun seorang istri yang senantiasa menuntun langkah kakimu pulang di malam hari

Rutinitas yang kau temui di dapur ibu
Yang menyimpan rempah nenek moyang
Dan kamar tidur kecil selepas kematian seseorang yang tak mampu kau tolak hadirnya

Kau tak menemukan kata cukup dan pepohonan
Untuk kenyataan yang begitu berengsek
Kau tak mampu melawan untuk menghidupkan dirimu sendiri di tengah sesatnya kenangan
Dan juga kegersangan ketiadaan kayu bakar

Akhirnya kau betul-betul memeluk retak dan luput menanyakan cara jitu untuk bahagia dan membersihkan kepala dan hati dari polusi
Lalu bertetirahlah kau dengan penderitaan yang mengosongkan lahanmu dari dahan ketakutan-ketakutan akan masa mendatang

Pepohonan menghilang dari matamu
Air mengering di depan rumahmu
Hidup berjalan semakin tertatih
Masa depan buram kelabu
Kedatangan panas dan hujan kacau balau

Masa depan semakin masam

Oktober 2022

Tak Ada Sesiapa di Perut Ikan

 

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2