Polusi Plastik dan Pemanasan Global Berada dalam Lingkaran Setan

Klikhijau.com – “Lingkaran setan,” begitulah para peneliti di Swedia menggambarkan polusi plastik dan pemanasan global. Studi ini dipimpin oleh Xinfeng Wei, dari KTH Royal Institute of Technology d...

Polusi Plastik dan Pemanasan Global Berada dalam Lingkaran Setan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – “Lingkaran setan,” begitulah para peneliti di Swedia menggambarkan polusi plastik dan pemanasan global.

Studi ini dipimpin oleh Xinfeng Wei, dari KTH Royal Institute of Technology di Stockholm itu mengungkapkan, jika keduaya saling memberi "makan" satu sama lain.

Hubungan keduanya saling sangat erat dalam meningkatkan pemanasan global, sampah plastik, degradasi material, dan pelepasan bahan kimia ke biosfer.

Studi komprehensif yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications itu menerangkan, siklus tersebut tidak hanya memperparah pemanasan global dan degradasi material. Namun juga meningkatkan sampah plastik dan kebocoran bahan kimia beracun ke lingkungan kita.

“Bahan polimer, terutama plastik dan karet, sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu dan kelembapan. Ketika suhu naik, polimer mengalami ekspansi termal, sehingga menghasilkan sifat yang lebih rendah,” tulis para peneliti dalam studi tersebut dikutip dari Ecowatch.

Saat Xinfeng Wei membongkar butiran plastik di laboratorium bahan polimer di KTH Royal Institute of Technology di Stockholm. Ia menemukan, sala satu dampak pemanasan global adalah kerusakan plastik yang lebih cepat. Hal itu mengakibatkan emisi karbon lebih tinggi.

Tanggungjawab plastik

Jika mencari siapa yang bertanggungjawab terhadap emisi gas rumah kaca (GRK). Maka plastik mestilah dimasukkan sebagai salah satu biang keroknya.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019 melaporkan, plastik berkontribusi terhadap 3,4% GRK global, sekitar 1,8 miliar ton, terutama disebabkan oleh produksi plastik dan konversi bahan bakar fosil.

Mirisnya, pada tahun 2060, angka tersebut diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat. Dan lebih mirisnya lagi, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua dunia.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2021 total sampah nasional mencapai 68,5 juta ton. Sampah plastik menyumbang 17% atau sekitar 11,6 juta ton dari jumlah tersebut.

Wei juga menerangkan, meningkatnya suhu global akan menyebabkan plastik sehari-hari rusak lebih cepat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2