Polusi Cahaya Pengaruhi Kehidupan Liar, Ini Dampak Buruknya

Klikhijau.com – Bagi orang-orang yang tinggal di desa, polusi cahaya mungkin saja tak dikenal. Ini karena dampak dari polusi cahaya ini lebih sering terjadi di kota. Cahaya yang berlebihan, tidak e...

Polusi Cahaya Pengaruhi Kehidupan Liar, Ini Dampak Buruknya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bagi orang-orang yang tinggal di desa, polusi cahaya mungkin saja tak dikenal. Ini karena dampak dari polusi cahaya ini lebih sering terjadi di kota.

Cahaya yang berlebihan, tidak efisien dan terkontrol dalam penggunaannya menjadi salah satu penyebabnya. Polusi cahaya itu berasal dari papan iklan, pabrik, stadion, lampu jalan yang tidak tertutup, bangunan bertingkat, dan banyak lagi.

Hasil penelitian mengungkap, polusi cahaya tertinggi terjadi pada daerah dengan tingkat kepadatan penduduk dan kegiatan industrial yang tinggi. Pemborosan energi ini menjadi sumber polusi cahaya atau photopollution.

Selama 50 tahun terakhir, polusi cahaya telah menyebar ke daerah pinggiran kota hingga pedesaan.

Photopollution ini terjadi dalam berbagai bentuk. Jenis cahaya yang teridentifikasi sebagai polusi cahaya, misalnya trespass light, glare, sky glow dan light clutter.

Dampak yang ditimbulkan kadang tak disadari sebagai sebuah hal yang bisa merusak. Beberapa spesies, termasuk tumbuhan dan manusia, tak lepas dampak dari polusi ini.

Bagi kehidupan liar, dampak polusi cahaya tidak kalah dahsyat. Para pakar mendapati efek polusi cahaya ekologis terhadap tingkah laku dan populasi organisme di habitat alaminya.

Bahkan produksi susu hewan-hewan ternak seperti sapi pun diketahui dipengaruhi pula oleh cahaya.

Berdasarkan sejumlah kajian yang telah dilakukan seperti ditulis Adib Rifqi Setiawan di laman Qureta.com, berikut dampak polusi cahaya terhadap kehidupan liar.

# Reproduksi

Cahaya buatan malam hari juga mempengaruhi aktivitas reproduksi hewan-hewan. Katak betina menjadi kurang selektif memilih pasangan kawin ketika kadar cahaya ditingkatkan.

Selama peningkatan kadar cahaya, keinginan kawin dengan cepat. Sekaligus untuk menghindari risiko bahaya predator selama aktivitas kawin tersebut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2