Polusi Cahaya Pengaruhi Kehidupan Liar, Ini Dampak Buruknya

Klikhijau.com – Bagi orang-orang yang tinggal di desa, polusi cahaya mungkin saja tak dikenal. Ini karena dampak dari polusi cahaya ini lebih sering terjadi di kota. Cahaya yang berlebihan, tidak e...

Polusi Cahaya Pengaruhi Kehidupan Liar, Ini Dampak Buruknya
Bacakan Artikel

Pada burung-burung pun terdapat sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa cahaya buatan malam hari mempengaruhi pemilihan lokasi sarang.

# Rantai makanan

Di daerah yang mengalami photopollution parah, burung-burung akan terus berkicau sepanjang malam. Hal ini tentunya berpengaruh pada pola istirahat mereka.

Bila demikian halnya, burung-burung tersebut akan “gagal” menjadi burung awal yang keluar sarang dalam perburuan mencari makan.

Selain itu, bertambahnya waktu beraktivitas hingga malam hari juga menambah risiko dimangsa hewan predator.

Ikan-ikan memangsa zooplankton di awal malam ketika bulan mencapai fase purnama ditemukan meningkat. Zooplankton mencari makan dengan bermigrasi ke permukaan perairan dalam lindungan kegelapan. Secara alamiah, “jebakan cahaya Bulan” ini menguntungkan bagi ikan-ikan pemangsa.

Sisi buruknya muncul jika cahaya itu berasal dari lampu buatan manusia. Cahaya polutif ini dapat mengganggu interaksi antara pemangsa–buruan sebab seringkali hanya menguntungkan para predator.

Di Inggris, populasi burung hantu menurun tajam. Polusi cahaya ekologis telah membuat berkurangnya wilayah buruan burung hantu dan burung pemburu malam lainnya.

Dalam kondisi terang, tikus-tikus yang menjadi sasaran buruan akan tetap sembunyi di dalam sarang.

# Komunikasi

Sejumlah spesies menggunakan cahaya alamiah yang mereka hasilkan sebagai sarana untuk berkomunikasi.

Cacing kelap-kelip (glowworm) betina memikat pejantan dengan bioluminescent hingga jarak 45 meter jauhnya. Kehadiran cahaya buatan akan mengurangi visibilitas terhadap komunikasi cahaya ini.

Demikian pula yang terjadi pada kunang-kunang. Ia semakin sulit mencari dan menemukan pasangan kawin dengan bioluminescent yang lebih redup dibandingkan cahaya malam buatan.

# Kompetisi

Dalam komunitas alamiah, waktu untuk aktivitas pencarian makan antar spesies dapat berbeda-beda. Tergantung kebutuhan kadar pencahayaan yang lazim dinyatakan dalam lux.

Katak pohon (Hyla squirrela) dapat menjaga orientasinya dan mencari makan pada kadar cahaya hingga serendah 10-5 lux. Ia akan menghentikan aktivitasnya tersebut manakala kadar cahaya lingkungan mencapai 10-3 lux.

Sejumlah kelelawar diketahui tertarik pada serangga yang berkerumun di sekitar sumber cahaya. Bagi spesies yang dapat memanfaatkan keberadaan sumber cahaya tentu diuntungkan dengan kondisi ini.

Kompetisi akan terjadi ketika binatang siang memperpanjang aktivitasnya hingga malam hari karena adanya cahaya malam buatan. Hal ini dijumpai pada reptil, laba-laba, dan burung.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2