Pertama Kalinya, Bathynomus Raksasa Ditemukan di Perairan Indonesia

Klikhijau.com – Perairan Indonesia memang cukup luas dan menyimpan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Namun, belum semua jenis keanekaragaman hayati laut perairan Indonesia terungkap. Perair...

Pertama Kalinya, Bathynomus Raksasa Ditemukan di Perairan Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ia juga memiliki mata yang besar, pipih, dan memiliki jarak cukup lebar di antara keduanya. Organ di bagian kepala adalah sepasang antena panjang, sepasang antena pendek di ujung kepala, serta mulut dan anggota tubuh yang bermodifikasi untuk alat makan di segmen bagian bawah kepala. Bathynomus memiliki tujuh pasang kaki jalan dan lima pasang kaki renang.

Untuk Bathynomus raksasa yang ditemukan di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa pada kedalaman 957-1259 meter di bawah permukaan laut. Proses identifikasi  dilakukan dari holotype jantan berukuran 363 milimeter dan paratype betina berukuran 298 milimeter.

Penting bagi riset taksonomi

Conni Margaretha Sidabalok, peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI mengatakan, secara umum, bathynomus raksasa paling mirip dengan Bathynomus giganteus dan Bathynomus lowryi dalam rentang ukuran dan karakter di bagian ekor atau pleotelson.

Hal yang membedakan keduanya terdapat pada karakter antena, organ ujung kepala, tekstur permukaan, duri ekor dan beberapa karakter lain.

Para peneliti menamai Bathynomus raksasa bukan tanpa alasan. Penamaan itu mengacu pada ukuran tubuh yang masuk dalam kategori besar (giant) dan sangat besar (super giant) yang dapat mencapai ukuran di atas 15 centimeter di usia dewasa.

“Ukurannya memang sangat besar dan menduduki posisi kedua terbesar dari genus Bathynomus,” jelas Conni.

Bathynomus sebenarnya bukanlah jenis hewan laut baru. Sebab para peneliti telah menemukan menemukan lima jenis Bathynomus berkategori super giant di Samudera Hindia dan Pasifik.

Namun, untuk di Indonesia penemuan Bathynomus raksasa tersebut baru pertama kalinya. Apalagi, menurut Conni riset semacam itu cukup langka di Indonesia.

Karenanya, penemuan Bathynomus  pertama dari laut dalam Indonesia ini sangat penting bagi riset taksonomi krustasea laut dalam.

Penemuan itu bisa terwujud berkat ekspedisi South Java Deep Sea Biodiversity Expedition (SJADES) yang merupakan ekspedisi LIPI bersama National University of Singapore.

Conni menjelaskan ekspedisi SJADES juga memperoleh empat spesimen Bathynomus pra-dewasa dan muda dari perairan Selat Sunda dan selatan Jawa.

“Spesimen tersebut tidak dapat kami identifikasi ke tingkat jenis, karena karakter diagnostik jenis biasanya belum berkembang pada tahap pra-dewasa atau lebih muda. Tetapi yang pasti spesimen ini bukan Bathynomus raksasa karena adanya perbedaan bentuk ekor, ekor samping dan duri ekor,” ujar Conni.

Ekspedisi SJADES  tersebut si koordinator penelitian Dwi Listyo Rahayu dan Peter Ng pada tahun 2018. Untuk penemuan jenis baru Bathynomus raksasa tersebut, dipublikasikan pada jurnal ZooKeys tanggal 8 Juli 2020.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2