Perempuan Kajang, Terpilih Pimpin AMAN Sulsel Bawa Semangat 'Lambusu' ke Garda Depan Perjuangan Adat

Klikhijau.com - Angin segar berembus dari Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan. Sejarah baru terukir, Tendri Itti, seorang tokoh perempuan adat tang...

Perempuan Kajang, Terpilih Pimpin AMAN Sulsel Bawa Semangat 'Lambusu' ke Garda Depan Perjuangan Adat
Bacakan Artikel

Kepemimpinan Tendri Itti, dengan latar belakang Kajang yang kental dengan nilai kejujuran dan keberanian, diharapkan mampu membuka babak baru perjuangan, memperluas ruang kedaulatan, dan menjadikan AMAN Sulsel benteng kokoh dalam menghadapi tantangan modernisasi yang kerap menggerus hak-hak masyarakat adat.

Momen pelantikan pengurus baru AMAN Sulsel menjadi semakin sakral dengan kehadiran Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi. Dalam sambutan penutupnya, Rukka menyampaikan pesan yang membakar semangat para pengurus terpilih.

​Rukka menekankan bahwa Muswil IV AMAN Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian integral dari perjalanan panjang gerakan Masyarakat Adat di seluruh Nusantara.

​“Dari Bulutana, kita mengirimkan pesan: Masyarakat Adat tidak akan pernah hilang selama mereka terus bersatu dan bergerak,” ujar Rukka Sombolinggi, menyuntikkan semangat konsolidasi dan pentingnya solidaritas antar wilayah.

Dengan resmi dilantiknya pengurus baru, Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan 2025 kini telah mencapai puncaknya. Ini bukan sekadar seremonial penutup, melainkan sebuah penanda tonggak sejarah. Di bawah naungan doa adat yang khidmat dan diiringi harapan tulus dari seluruh perwakilan komunitas, kepemimpinan baru ini memikul amanah yang besar.

​Harapannya kini tertuju pada satu visi: agar AMAN Sulawesi Selatan di bawah nahkoda baru ini mampu bertransformasi menjadi wadah perjuangan yang jauh lebih solid dalam menyatukan suara-suara komunitas adat.

Lebih dari itu, ia harus menjadi gerakan yang progresif, adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri, dan yang paling utama, berakar kuat di komunitas—menjadikan aspirasi dan kearifan lokal sebagai fondasi utama setiap langkahnya. Pelantikan ini adalah janji, dan waktu akan menjadi saksi atas pelaksanaan komitmen perjuangan yang baru saja diikrarkan.

 

 

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2