Pemanfaatan Teknologi Nuklir, Inovasi Baru Tekan Polusi Plastik

Klikhijau.com - International Atomic Energy Agency (IAEA), saat ini sedang mengembangkan program Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic). Pengembangan program NUTEC Pla...

Pemanfaatan Teknologi Nuklir, Inovasi Baru Tekan Polusi Plastik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - International Atomic Energy Agency (IAEA), saat ini sedang mengembangkan program Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic).

Pengembangan program NUTEC Plastic bertujuan untuk mendukung negara-negara anggotanya. Terutama dalam mengintegrasikan teknologi nuklir, termasuk juga teknologi turunannya guna menjawab persoalan limbah plastik.

Program ini memiliki tujuan utama, yakni untuk meningkatkan kesadaran global atas terjadinya peningkatan jumlah timbulan dan dampak sampah plastik di lautan yang kian mengkhawatirkan.

Program NUTEC Plastic, juga memiliki tujuan lain, yaitu meningkatkan metode daur ulang plastik dan produksi. Caranya dengan menggunakan teknik radiasi sebagai komplemen atas praktik produksi yang telah ada.

Indonesia dalam hal ini diminta untuk menjadi Pilot Country bagi 3 fase demonstration project NUTEC Plastic.

Ketiga fase itu adalah penguatan penanganan limbah plastik di sektor hilir, pembangunan demo plant, dan  upstreaming pemanfaatan teknologi iradiasi penanganan limbah plastik.

Menteri LHK jadi pembicara

Pada Selasa kemarin, 18 Mei 2021, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memenuhi undangan dari Direktur Jenderal IAEA untuk jadi pembicara pada acara IAEA High Level Round Table Discussion for The Asia and the Pacific Region “NUTEC Plastic: Atoms Contributing to the Search for Solutions to Plastic Pollution.” Acara tersebut digelar secara virtual.

Dalam pidatonya, Siti menegaskan komitmen Indonesia dalam mengurangi timbulan sampah plastik, termasuk sampah plastik lautan tidak perlu diragukan.

Siti juga menjelaskan, sampah plastik laut telah berkurang. Itu terlihat dari dua tahun terakhir, yakni pada tahun 2018 sebanyak 615 ribu ton dan turun menjadi sekitar 521 ribu ton pada bulan Desember tahun 2020 lalu.

“Artinya, total sampah plastik laut di Indonesia berkurang sebesar 15,3%. Baik untuk kegiatan di darat maupun yang berbasis di laut. Kami akan terus meningkatkan upaya untuk mengurangi jumlah timbulan sampah sebesar 25,9% pada akhir tahun 2021 dan sebesar 38,5% pada akhir tahun 2022," terangnya.

Penelitian BATAN

Menteri LHK dua periode itu juga mengungkapkan, mulai tahun 2020-2024, BATAN  atau Badan Tenaga Nuklir Nasional akan mengkaji dan melakukan penelitian pengembangan komposit plastik yang terbuat dari komposit serat selulosa dan mikroplastik radio-trace serta radioekologi akuatik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2